Barcelona secara tak terduga mampu lolos dari lubang jarum ke babak perempat final Liga Champions. Mereka mampu membalikkan keyakinan orang-orang penggila bola di dunia. Bukan untuk pindah agama, tapi untuk percaya bahwa sepak bola bukan matematika dan hasil tidak bisa dipastikan sebelum peluit akhir ditiup dengan merdu.

Barca memang menang dramatis atas Paris Saint Germain (PSG) pada malam yang syahdu itu. Di leg pertama sudah tertinggal 0-4. Peluang pun tipis setipis peluang AHY di Pilkada DKI kemarin. Namun, bedanya kalau AHY akhirnya memang kalah, Barca justru menang. Tim asuhan Luis Enrique itu mampu comeback luar biasa binal dengan mencetak skor 6-1.

Barca memulai laga dengan sempurna lewat sundulan tipis Luis Suarez saat pertandingan baru berjalan beberapa menit saja. Mereka pun nambah gol lagi setelah Layvin Kurzawa gelagapan saat mendapat bola kayak ketemu kecoak terbang. Bola malah masuk ke gawangnya sendiri.

Barca nambah gol lagi lewat penalti Lionel Messi di babak kedua gara-gara pelanggaran kocak Thomas Meunier kepada Neymar. Meunier terpeleset saat dikecoh umpan terlena Andres Iniesta sehingga badannya menghalangi laju Neymar. Pemain Brasil itu pun terjatuh dengan nyamannya.

PSG sempat bikin fans PHP saat Edinson Cavani yang wajahnya kayak tengkorak itu membobol gawang Marc-Andre ter Stegen dengan sukses. Tendangan itu bikin pemain Barca lemas karena mereka harus mencetak tiga gol lagi.

Namun, di sinilah keajaiban terjadi, Tuhan masih memberkati. Ketika sudah memasuki menit 88, seolah Barca tak mampu lagi memenangkan pertandingan dua leg. Tapi nyatanya Neymar mampu menambah keunggulan lewat tendangan bebas yang meluncur tidak kencang-kencang amat.

Dua menit kemudian, “Blaugrana” kembali dapat penalti. Kali ini Suarez yang terjatuh dan Marquinhos dianggap melakukan pelanggaran. Padahal dalam tayangan lambat, sentuhan Marquinhos kepada Suarez sangat minim. Bahkan dari Indonesia bisa saja kelihatan.

Tapi apa daya, berkat acting meyakinkan dari Suarez, wasit Deniz Aytekin terperdaya. Neymar kali ini yang ambil penalti dan tak menyia-nyiakan peluang emas bertabur intan permata itu.

Saat masuk ke menit terakhir, Barca dapat peluang terakhir lewat tendangan bebas di tengah lapangan. Kiper Ter Stegen sampai maju meninggalkan gawangnya demi gol yang dicari-cari itu. Memang kadang-kadang begitu, kayak tahu bulat, ada banyak banget ketika dicari. Giliran dicari tapi rasanya susah ditemui.

Segenap warga Barcelona akhirnya orgasme massal saat Sergi Roberto memanfaatkan umpan manis manja dari Neymar. PSG kebobolan, warga Barca pun berhamburan ke lapangan merayakan manisnya kemenangan. Para pemain PSG tampak tak percaya meratapi nasib seperti habis diputusi pacar.

Barcelona tidak jadi gugur. Para hatters pun gagal cari bahan ledekan. Para warga Barca senantiasa merayakan kemenangan yang tak bakal terlupakan ini. Bahkan bisa melebihi sejarah comback luar biasa Liverpool di final Liga Champions 2005.

Salah satu meme dari sekian banyak yang beredar di media sosial. (Source: Twitter @AhmadSannaan

Enrique berbicara lantang menanggapi hasil ini dengan hati berbunga-bunga. Meski tak diunggulkan, nyatanya mereka tetap mampu lolos.

“Kuncinya adalah keyakinan sampai menit ke-95. Olahraga ini unik, gila, dan tak ada fans Barca yang melupakan malam ini,” ujar mantan pelatih Roma itu.

Banyak Kecurigaan

Kemenangan luar biasa ini memang banyak dipuji orang. Semua hanya geleng-geleng kepala melihat skor yang rasanya hampir mustahil itu. Ibarat kata mengharapkan jalanan Jakarta lancar saat jam-jam sibuk.

Namun sebaliknya banyak juga yang curiga dengan kemenangan tersebut. Banyak pihak beranggapan bahwa Lionel Messi dan kawan-kawan dibantu oleh wasit untuk memenangkan laga ini. Semakin menunjukkan image Barcelona sebagai anak emas UEFA ketika melihat dua penalti yang diberikan kepada Barca.

Apalagi para hatters dan warga di dunia maya, makin menjadi-jadi rasa bencinya terhadap Barca. Tapi tak sedikit juga warga Twitter yang biasa-biasa saja, tapi menyayangkan dengan keputusan wasit menguntungkan Barca. Dalam laga ini memang jelas sekali wasitnya dibayar. Tentu saja, kalau tak dibayar mana mau dia jadi wasit.

Dua penalti itu sangat bisa diperdebatkan. Pertama ketika Meunier terjatuh yang juga bikin Neymar terjatuh. Padahal, Meunier terjatuh tidak sengaja dan sama sekali tidak terlihat melakukan usaha untuk menghadang laju Neymar.

Kejadian ini mirip saat Fabio Grosso dijatuhkan Lucas Neill pada babak 16 besar Piala Dunia 2006. Bedanya, Neill memang sengaja melakukan blocking namun kakinya sama sekali tak menyentuh Grosso. Grosso malah terjatuh gara-gara badan Neill yang menghalangi laju larinya. Penalti itu juga diingat publik dunia dan selalu diperdebatkan.

Kemudian saat bicara penalti kedua yang dilakukan Marquinhos, juga sangat jelas kontaknya sangat minim kepada Suarez. Bek akamsi Brasil itu hanya berusaha menahan laju Suarez dengan menggunakan tangan, yang bisa saja dianggap bukan pelanggaran.

Namun berhubung aksi Suarez yang rada lebay ditambah warga Barca lainnya seperti biasa menggunakan trik mengerubung wasit, terjadilah keputusan penalti itu yang mengubah segalanya itu.

Hal ini sangat bikin pelatih PSG, Unai Emery, kecewa berat. Apalagi, Emery menganggap PSG juga seharusnya dapat penalti setelah Javier Mascherano melakukan handball. 

“Kami mencoba untuk menunjukkan kepribadian kami. Namun, wasit memberi dua penalti untuk Barcelona dan hal yang sama tidak kami dapatkan. Jelas sangat berdampak. Kami percaya bisa lolos, tetapi keputusan wasit menghukum kami,” ucap Emery dikutip Four Four Two. 

Kaitan dengan Judi?

Kemenangan ini juga dikaitkan dengan judi bola kelas kakap. Banyak yang bilang ini merupakan sebuah permainan bandar karena tak akan ada yang berani memasang taruhan kepada Barcelona untuk lolos ke babak berikutnya.

Hal itulah yang terjadi di dunia Twitter. Banyak penggila bola yang langsung suudzon kalau pertandingan ini merupakan pengaturan skor. Memang tuduhan ini tak bisa dipertanggung jawabkan karena harus diselidiki lebih dalam oleh KPK dan sejenisnya. Namun faktanya, Barcelona lah yang lolos ke perempat final. Selamat, Barcelona!

Main photo credit: Barca Blaugranes

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here