Perlahan tapi pasti, Brasil mulai menunjukan kualitasnya sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia. Meski sempat diragukan di awal pertandingan grup, tim “Samba” lalu meraih kemenangan di sisa dua pertandingan grup mereka.

Pada pertandingan hidup mati yang merupakan laga terakhir grup, Brasil menang lumayan mantap atas Serbia dengan skor 2-0. Untuk diketahui, bahwa sebelum pertandingan grup yang ketiga, posisi satu hingga tiga masih memiliki peluang lolos, sekaligus bisa juga tersingkir.

Bagi Brasil, andai mereka kalah oleh Serbia, lebih baik langsung beli oleh-oleh yang banyak di Rusia. Agar ketika pulang ke Brasil nanti tidak dihujat oleh warga lokal.

Kini kesempatan mereka untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia masih terbuka lebar. Apalagi di Grup F, mimpi buruk mereka pada tahun 2014 telah tersingkir. Lupa minum jamu Singkir Angin nampaknya.

Alhasil Brasil bisa bernapas lega. Takutnya jika bertemu Jerman, lalu dibisiki “tujuh satu”, mereka akan trauma dan meronta-ronta minta pulang kampung.

 

Jerman yang mengadapi tim Oppa Oppa harus kalah dan resmi teringkir. Bisa saja Korea Selatan ini, tersingkir saja masih ngajak-ngajak.

Padahal jika Jerman menang, ada peluang mereka bertemu di babak 16 besar. Namun pada akhirnya Brasil yang menempati peringkat satu klasemen, akan berhadapan dengan Meksiko di babak selanjutnya. Brasil finis di puncak klasemen dengan raihan tujuh poin hasil tiga pertandingan grup.

Sementara itu Serbia yang kalah oleh Brasil tidak jadi mewakili Grup E untuk melaju ke babak 16 besar. Mereka meraih tempat ketiga di bawah Swiss yang bermain imbang dengan Kosta Rika.

Pada pertandingan yang digelar di Spartak Arena, Brasil yang membutuhkan satu poin saja demi lolos dari fase grup mendapat perlawanan sengit dari Serbia. Pasalnya mereka juga ingin lolos. Kalau tidak mau lolos pasti mereka tidur-tiduran saja di rumah sembari menonton video di aplikasi Tik Tok.

Kedua tim saling berbalas serangan sejak menit awal. Pada menit keempat Gabriel Jesus yang kalau disingkat adalah menjadi “Gaje” nyaris saja membuka keunggulan andai tidak ada peraturan offside macam main bola di sekolahan. Namun bola juga tidak masuk karena dihalau bek Serbia.

Serbia mendapat kesempatan pada menit ke-34 melalui sepakan Mitrovic. Mendapatkan umpan silang dari Dusan Tadic, Mitrovic mencoba melakukan tendangan “sepeda terbalik”. Sayang sekali sepedanya sepertinya hanya roda tiga karena bola melambung tak jelas arahnya.

Kebuntuan Brasil pecah dua menit kemudian. Umpan lambung Coutinho yang membelah durennya pertahanan Serbia, dimanfaatkan oleh Paulinho dengan sebuah sontekan kecil. Mungkin hanya pakai jempol kaki kanan saja. Bola kemudian melewati atas Stojkovic. Brasil memimpin 1-0.

https://twitter.com/thegreatLAKE24/status/1012061498225487872

Serbia yang teringgal makin gencar menyerang pada babak kedua. Namun justru Brasil yang kembali mencuri gol meski ketahuan. Untung saja tidak dipukuli warga satu stadion. Sepak pojok yang diambil oleh Neymar disambar Thiago Silva dengan sebuah sundulan tanpa menyentuh tanah alias sambil loncat dan sambil melek.

Usaha Brasil untuk kembali menambah keunggulan tidak membuahkan hasil. Skor tetap bertahan hingga akhir pertandingan. Pelatih Brasil Tite mengatakan bahwa performa “Selecao” terus meningkat dan berkembang dari waktu ke waktu.

“Karena kami tampil bagus selama kualifikasi dan uji coba kami telah menciptakan sebuah ekspektasi tinggi. Tapi Piala Dunia adalah siklus yang baru, format yang baru. Kami adalah tim yang tahan dengan tekanan, yang memiliki pemain-pemain pengganti yang berkualitas tinggi. Kami semakin tangguh dan meningkat,” ujar Tite dikutip dari Detik.

https://twitter.com/TheSporTalk/status/1012116220039057409

Main photo: Sports Illustrated

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here