Jerman sukses melangkah ke final Piala Konfederasi 2017 usai mengalahkan Meksiko di semifinal. Laga melawan Meksiko terbilang gampang karena mereka bisa menang dengan skor telak 4-1.

Jerman memang begitu digdaya pada laga ini meski tak diperkuat pemain-pemain top macam Toni Kroos, Mats Hummels, Thomas Mueller, Mesut Oezil, dan Manuel Neuer. Apalagi kalau ditambah pemain-pemain legend lainnya macam Juergen Klinsmann, Franz Beckenbauer, dan Jens Jeremies.

Belum apa-apa, Leon Goretzka sudah mencetak dua gol saja dalam selang waktu dua menitan. Yakni pada menit keenam dan kedelapan. Itu penontonnya juga belum sempat buka botol Aqua tiba-tiba sudah terjadi dua gol saja.

Meksiko bukan tanpa serangan. Berkali-kali serangan mereka kandas mulai dari yang tendangannya melebar, kena tiang, sampai diselamatkan kiper Marc-Andre Ter Stegen yang mainnya cukup ganteng tadi malam.

Entah memang tak mau bikin gol atau memang tidak bisa, tapi Javier Hernandez dan kawan-kawan tampaknya apes banget. Mereka malah kebobolan lagi di babak kedua lewat kaki Timo Werner.

Serangan yang dibangun para gelandang Jerman itu mampu membuat umpan terobosan kepada Jonas Hector. Meski sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper kribo yang pakai bandana kayak mode tahun 80-an, Guillermo Ochoa, dia tetap membagi temannya yang bernama Werner.

Mungkin masih dalam suasana lebaran. Jadi masih mengedepankan sedekah dan saling berbagi. Berbagi itu memang indah.

Meksiko akhirnya baru bisa membobol gawang Ter Stegen lewat tendangan bebas yang jauh banget oleh Marco Fabian. Itu pun saat pertandingan masuk menit-menit akhir. Tendangan kerasnya meluncur deras masuk ke gawang tanpa mengucapkan “Assalamu’alaikkum” dan tak bisa dijangkau Ter Stegen.

Namun, habis bikin gol mereka malah kebobolan lagi. Sepertinya kebobolan jadi hobi baru tim “El Tricolor“. Kali ini Amin Younes membuat gol pada menit ke-91. Skor 4-1 bertahan sampai peluit akhir ditiup mulut bau sang wasit, tanpa ada protes dari kedua tim.

Pelatih Joachim Loew mengaku terkejut melihat penampilan anak asuhannya. Mereka terlihat begitu gampang bisa melaju ke final. Padahal, Loew tak memasang target tinggi dengan tim lapis keduanya. Bisa lolos ke final saja sudah syukur.

“Pada awal turnamen, lolos ke final menjadi target buat saya. Anda tidak bisa berharap banyak kepada tim ini. Tapi penampilan para pemain menunjukkan mereka layak bermain di partai final,” ucapnya, girang.

Main photo: Squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here