Liga Primer sudah dimulai. Kompetisi yang katanya paling sengit di dunia itu dibuka oleh pertandingan Manchester United melawan Leicester City. Entah kenapa yang dipilih adalah MU, padahal tahun lalu juara juga enggak.

Terlepas dari alasan mengapa MU yang main duluan karena kocokan jadwalnya memang begitu, tim yang bukan berjuluk “Setan Kredit” itu sukses meraih kemenangan tipis dengan skor 2-1.

Tak perlu menunggu waktu lama bagi fans Liga Primer untuk menunggu siapa gol pembuka musim ini. Dia lah Paul Pogba, pemain yang tingkahnya makin hari makin aneh saja. Biar aneh, tapi statusnya juara dunia. Jago mah bebas.

Namun, jangan mengharapkan gol berkelas seperti gol salto pakai betis, pundak, atau kuping untuk membuka keran gol Liga Primer. Justru gol pertama musim ini dihasilkan cuma lewat penalti.

MU mendapat penalti saat laga baru berjalan dua menitan gara-gara seorang pemain Leicester dianggap memainkan bola pakai tangan. Memang tidak sengaja, tapi tetap saja hitungannya pelanggaran. Penalti tersebut cukup kontroversial karena kurang begitu jelas apakah bola benar-benar kena tangan Daniel Amartey atau tidak.

Pogba yang menjadi kapten sekaligus menjadi algojo penalti tersebut. Dengan ancang-ancang yang lambat banget, bahkan mau kuliah S2 dulu juga sepertinya bisa, pemain Prancis itu sukses memperdaya Kasper Schmeichel.

https://twitter.com/TrollFootball/status/1028022557776261121

Unggul 1-0 bikin MU ogah menyerang lagi, seperti biasa khasnya Jose Mourinho. Akibatnya Leicester yang bertubi-tubi melancarkan serangan. Namun usaha mereka masih patah terus di bek-bek MU serta kiper David de Gea yang tampil menawan tanpa ketombe malam itu.

Di babak kedua MU rada mendingan. Berani keluar menyerang lewat serangan-serangan balik. Setidaknya ada beberapa peluang yang lumayan berbahaya tapi belum mampu gol.

Ada satu peluang enak banget didapat Romelu Lukaku. Hitungannya 90% gol, bukan, mungkin 92% bisa masuk kalau Lukaku lebih rada tenang. Namun, bola malah dipentokan ke kaki Schmeichel sehingga keluar dari lapangan.

Baru lah pada menit ke-80-an, MU sukses menambah keunggulan. Lewat sebuah kontrol tidak sengaja tapi mampu menipu lawan dan dirinya sendiri, Luke Shaw sukses mencetak gol dari sudut sempit.

https://twitter.com/TrollFootball/status/1028017281794822144

Leicester baru bisa memperkecil kedudukan menjadi 2-1 setelah Jamie Vardy mencetak gol di akhir-akhir laga usai mendapatkan assist cantik dari tiang gawang. Bola hasil umpan dari tiang mampu ditanduknya lewat sebuah refleks yang cepat. Andai dia kurang punya refleks, pasti wajahnya sudah kegebok.

Sayangnya Leicester baru bikin gol pada menit ke-90-an, andai kalau dari menit pertama mungkin Leicester bisa saja menang. Tapi begitu lah sepak bola. MU yang berhak mendulang tiga poin pertamanya.

Alih-alih bicara soal jalannya pertandingan, Mou masih tetap menyinggung kebijakan manajemen klub yang kurang aktif belanja di bursa transfer. Memang hari gini susah dapat diskonan, tapi kalau jago lobi-lobi, bukan tidak mungkin bisa dapat yang diinginkan.

“Ini akan menjadi musim yang sulit untuk semua tim, tak cuma untuk kami. Saya mempunyai rencana saya sendiri sejak berbulan-bulan dan diri saya mendapati bursa transfer tertutup dalam situasi yang saya pikir tak akan saya hadapi. Ini terakhir kali kita membicarakannya,” ucap Mou dikutip Detik. 

Ya namanya juga Mourinho. Apapun omongannya jangan dimasukkan ke hati.

Main photo:

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here