Timnas Indonesia U-16 akhirnya bisa memberikan hadiah tanpa dibungkus kertas kado jelang hari kemerdekaan Indonesia setelah memenangkan turnamen Piala AFF U-16. Bertanding di partai puncak melawan Thailand, “Garuda Asia” berhak mengangkat piala setelah unggul melalui babak adu penalti.

Kemenangan ini juga menjadi yang kedua kalinya diraih Indonesia pada Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Sebelumnya Indonesia juga pernah merasakan gelar juara di atas lapangan ini. Lima tahun yang lalu Evan Dimas dan kawan-kawan keluar sebagai juara di ajang AFF U-19 di stadion yang sama.

Kala itu Indonesia pun mengalahkan Vietnam melalui babak adu penalti pula. Apakah siklus lima tahunan akan terjadi? Semoga saja tidak dan Indonesia bisa meraih kesuksesan tiap tahunnya.

“Garuda Asia” memang tampil perkasa sepanjang turnamen. Dari tujuh pertandingan yang dijalani, tim arahan Fakhri Husaini itu selalu menang, mencetak 23 gol, dan jalanya hanya bergoyang empat kali saja dibuat lawan. Daripada sering tidak terpakai, jalanya lebih baik dipakai buat mancing saja di pinggiran Selat Sunda.

Memang dari keseluruhan gol tersebut, hampir setengahnya disumbangkan oleh Amiruddin Bagus Kahfi yang tampil trengginas sepanjang turnamen. Kane, Lewandowski, Icardi pokoknya kalah semua karena belum ada yang pernah mencetak satu gol pun di Piala AFF. Bagus Kahfi akhirnya meraih gelar pencetak gol terbanyak pada edisi kali ini.

Sementara itu pada jalannya pertandingan babak final, Indonesia tampil mendominasi sepanjang babak pertama. Permainan pressing ketat diperlihatkan para pemain “Garuda Asia” yang jelas membuat para pemain Thailand keteteran.

Setiap dapat bola, ditempel, dapat bola lagi, ditempel lagi. Lama-lama bisa bawa bola sendiri dia dari rumah. Hasil dari permainan Indonesia ditambah Thailand yang terlihat kurang percaya diri membuat para pemain negeri “Gajah Putih” sering kehilangan bola.

Indonesia sendiri hanya berhasil mencetak satu gol melalui Fajar Fatur Rachman. Berawal dari umpan jauh Andre Oktaviansyah, Fajar yang lepas dari perangkap offside berhasil melakukan tendangan L1+kotak yang membuat kiper Thailand salah tingkah. Daripada dibilang gabut, pura-pura melompat saja, padahal tidak mungkin kena juga.

Keunggulan 1-0 Indonesia dibalas oleh Thailand tujuh menit jelang pertandingan berakhir. Mendapat umpan tarik datar dari sisi kanan, Apidet yang lepas dari pengawalan dengan mudah bisa menaklukan Ernando Ari. Kecuali jika bola disundul, baru akan susah golnya sebab bola mendatar. Hasil imbang 1-1 bertahan hingga 80 menit pertandingan.

Maju ke babak penalti, keberhasilan Indonesia tidak terlepas dari kehebatan kiper Ernando Ari yang untungnya boleh menggunakan tangan untuk menepis. Kalau cuma boleh menahan bola dengan kepala atau pundak, mungkin Indonesia belum tentu juara.

Pada babak tersebut semua eksekutor Indoesia berhasil melaksanakan tugasnya. Sementara di kubu Thailand, tendangan Apidet dan Pongsakorn Innet berhasil dimentahkan oleh Ernando. Kalau sudah matang, mungkin tidak akan ditepis tapi langsung dicomot oleh Ernando. Indonesia akhirnya keluar sebagai juara setelah unggul adu penalti dengan skor 4-3.

https://twitter.com/mildandaru/status/1028285227053895681

”Mengenai kegemilangan Nando, itu memang tugas kiper. Dia melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, mentalnya sudah sangat siap, tekniknya juga cukup bagus,” ucap pelatih Fakhri dikutip dari Kompas.

”Dukungan suporter sangat luar biasa. Mereka punya andil besar juga terhadap capaian ini, baik yang hadir langsung di Sidoarjo, maupun pendukung timnas di mana pun berada Trofi Ini kami persembahkan kepada pendukung kami yang setia di mana pun berada,” tuturnya.

Namun ternyata, kemenangan Piala AFF U-16 bukanlah raja terakhir. Sebab Indonesia masih akan berlaga di Piala Asia U-16 2018 yang akan digelar di Malaysia mulai September mendatang. Pada turnamen itu Indonesia akan bergabung dengan Iran, Vietnam, dan India pada Grup C.

Turnamen ini bisa membuka harapan Indonesia tampil di Piala Dunia. Meski bukan Piala Dunia senior, setidaknya tidak harus berharap jadi tuan rumah agar bisa ikut Piala Dunia. Pada tahun 2019 nanti, Piala Dunia U-17 akan diselenggarakan di Peru.

Empat tim terbaik alias semi finalis Piala Asia U-16 2018 akan lolos otomatis ke ajang Piala Dunia U-17 tersebut.

Luar biasa Indonesia. Siapa kita? Cuma teman, bukan siapa-siapa.

Main photo: breakingnews.co.id

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here