Catatan unbeaten Milan selama 2020 dan berlanjut ke 2021 akhirnya harus patah juga. Yang mengalahkan memang harus panitia liga. Siapa lagi kalau bukan Juventus. Juve sukses membantai Milan dengan skor 3-1.

Ya, belakangan memang ada julukan baru buat Juventus. Yakni “Panitia Liga”. Panitia liga di sini karena Juve terlalu superior di Seri A sehingga itu liga sudah kayak milik sendiri.

Ditambah lagi pandangan Juve yang suka dibantu wasit semakin menguatkan Juve lah yang telah mengatur liga sesuka hati. Yang lain cuma figuran saja.

Namun musim ini, panitia liganya lagi kendur. Mungkin sedang ada pergantian ketua oleh Milan. Soalnya Milan ini susah banget dikalahkannya.

Sampai hari Selasa lalu, Milan satu-satunya tim yang belum terkalahkan di liga top Eropa. Bahkan, “Rossoneri” juga belum terkalahkan di liga sejak negara Corona menyerang.

Kekalahan terakhir Milan terjadi sebelum pandemi COVID yakni pada Maret 2020 saat dikalahkan Genoa. Setelah itu mereka langsung ngegas terus sampai bisa ada di puncak klasemen musim berikutnya.

Mereka pun tak terkalahkan sampai 27 pertandingan Seri A. Hingga akhirnya bertemu dengan yang punya liga, Juventus.

Juve yang masih inkonsisten macam anak milenial, bisa meraih kemenangan di laga ini berkat jual-beli serangan yang dilakukan di San Siro.

Mereka awalnya yang mengambil serangan melalui Federico Chiesa yang menendang bola ke tiang. Chiesa yang pernah diincar Milan ternyata jadi momok menakutkan buat Milan. Anaknya Pak Enrico itu membuka keunggulan Juve setelah bekerja sama apik wancu dengan Paulo Dybala.

Dybala yang menerima operan dari Chiesa, mampu mengecoh Alessio Romagnoli dengan memberikan umpan backheel cuek kalau katanya Bung Jebret.

Umpan cuek yang diserahkan kembali kepada Chiesa lalu disikat ke gawang Gigi Donnarumma. Skor 1-0 buat Juve.

Tertinggal 0-1, Milan balik mengambil alih serangan. Mereka berulang kali men-jebrat-jebret gawang Juve. Beruntung kiper Wojciech Szczesny tampil ganteng tanpa ketombe malam ini. Tercatat ada 2-3 tepisan dilakukan di babak pertama.

Sampai akhirnya Milan bisa menyamakan kedudukan. Mereka lolos dari pelanggaran Hakan Calhanoglu terhadap Adrien Rabiot yang kemudian dikonversi jadi serangan balik.

Tendangan placing Davide Calabria mampu bersarang ke gawang Szczesny yang cuma diam saja memandangi bola masuk gawangnya. Sudah seperti polisi mau menilang tapi sang korban mampu meloloskan diri. Biasanya itu polisi cuma misuh-misuh saja melihat korbannya lolos.

Di babak kedua, Milan masih berusaha keras buat mencetak gol dan mengembalikan skor. Sayangnya malah Juve yang malah nyekor.

Lagi-lagi Chiesa yang mendapat umpan dari Dybala mampu menembak dengan matang dari luar kotak penalti. Tendangannya begitu terarah tak mampu dicegah Donna.

Unggul 2-1, Andrea Pirlo lantas menambah gelandang supaya enggak timpang. Hasilnya Weston McKennie memperlebar kedudukan jadi 3-1 usai menerima operan lembut dari Dejan Kulusevski. Skor tak berubah sampai akhir laga.

Pelatih Stefano Pioli pun angkat topi dengan penampilan Juventus malam ini. Meski Juve menghadapi Milan yang sedang pincang karena absennya beberapa pilar inti, Pioli tetap memuji.

“Kami harus angkat topi dan memberikan pujian kepada lawan kami karena berhasil kembali ke depan. Kami mencoba banyak hal untuk menyamakan kedudukan, tetapi setelah tertinggal untuk kedua kalinya menjadi lebih sulit untuk kembali lagi ke sana,” ujar Pioli.

Sementara Pirlo sejak awal fokus pada hasil timnya sendiri. Dia ogah melihat hasil tim-tim lain. Ibarat kata, urusin saja tim sendiri yang suka masih kocak, ketimbang tim lain.

“Kemenangan ini penting bagi kami,” kata Andrea Pirlo seperti dilansir BolaSport.com dari Sky Sport Italia.

“Kami tidak tertarik dengan hasil pertandingan tim-tim di atas kami karena kami berkonsentrasi pada kemajuan kami sendiri.”

SHARE
Previous articleTarget 4 Besar Tercapai (?), MU Boleh Lega Meski Terkulai
Next articleCilukba! Tiga Besar Mulai Diintip Barcelona
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here