Gol Faiz Subri telah mengantarkannya memenangkan gelar FIFA Puskas Awards 2016. Gol tendangan bebas ala Kapten Tsubasa itu pun telah disaksikan seluruh masyarakat bola dunia, mulai dari anak-anak sampai bapak-bapak berpeci dan sarung yang gemar minum kopi di pos ronda.

Tendangan Faiz memang luar biasa. Di luar nalar dan pikiran. Entah bentuk kakinya seperti apa si pemain Penang FA itu sampai bolanya dapat mengecoh kiper lawan.

Bola hasil tendangannya yang berjarak 35 meter itu seperti ditiup angin. Mengingatkan kita waktu bermain bola plastik di sekolah dasar. Bahkan golnya mirip dengan jurus game di Super Shot Soccer PS1.

Gol Faiz itu katanya melawan hukum ilmu fisika. Berbagai pandangan soal hukum fisika pun muncul. Seperti biasa, datangnya dari netizen yang kadang suka pada sok tahu itu.

Di Malaysia, netizen ramai membicarakan gol yang tercipta pada awal tahun lalu itu. Sebuah akun Facebook bernama Daily Sukan berpendapat bahwa gol itu tetap mengacu pada sebuah hukum fisika yang disebut Prinsip Bernoulli sebagai acuan analisis.

Berdasarkan laman Wikipedia, Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah dalam mekanika di mana pada suatu aliran fluida terdapat peningkatan kecepatan fluida yang menimbulkan penurunan tekanan pada aliran tersebut.

Tidak terbayang, kan? Tentu saja, selain orang eksakta yang paham ilmu fisika dan mekanika, pasti sulit membayangkan Prinsip Bernoulli tersebut. Singkatnya, dalam gol Faiz itu telah terjadi putaran bola yang mampu menarik udara di sekitarnya sehingga berbeloklah arah bola tersebut.

Hasil gambar untuk Faiz Subri goal
Tendangan sensasional. (Diunggah di Youtube World Sport Update)

Seorang mahasiswa teknik di Malaysia juga sependapat dengan analisis tersebut. Tendangan yang dilepaskan kaki kanan Faiz diarahkan ke sebelah kiri dengan bola diposisikan secara vertikal. Perbedaan tekanan udara yang tinggi dan rendah kemudian menjadikan bola membentuk sebuah kurva.

Namun, sebuah laman Facebook lainnya, Axello Tacts, lebih suka melihat gol itu dari sudut teknikal sepakbola. Artinya, tendangan itu mirip dengan teknik yang pernah dipakai Roberto Carlos pada turnamen Tournoi de France 1997.

Bagaimana dengan Anda? Mau coba melihat gol tersebut dari ilmu lain? Contohnya ilmu sosial, ilmu sastra, ilmu politik, atau ilmu Agama? Silahkan saja.

Main photo creditSportsgrid.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here