Kylian Mbappe ini kualat sama mantannya sendiri. Susah senang bersama Monaco, ketika besar namanya dia malah bikin gol ke gawang Monaco. Ibarat kata nusuk mantan sendiri.

Entah gimana, mungkin si mantan ini dulunya ngeselin. Memang suka ada yang begitu. Setelah putus masih suka rese. Semoga saja tidak terjadi pada hubungan Mbappe dan Monaco.

Yang pasti, Mbappe ini membobol gawang mantannya itu sampai dua kali. Dia sukses membawa unggul Paris Saint-Germain (PSG) 2-0 hingga babak pertama.

Namun, Mbappe akhirnya kualat. Di babak kedua, PSG di-kombek kedudukannya jadi 2-3 oleh Monaco. Apakah ini efek kualat Mbappe terhadap sang mantan? Entahlah.

Mbappe memang tidak berselebrasi berlebihan saat membobol Monaco pertama kali. Setelah menerima umpan Angel Di Maria, Mbappe ini lari kencang banget macam dikejar anjing komplek orang kaya. Penyelesaiannya juga luar biasa tenang dan mantap.

Mbappe kemudian mencetak gol kedua lewat gol gesek voucher penalti. Lagi-lagi dia tak berselebrasi. Cukup salaman saja bersama teman-temannya.

Tanda-tanda kualat sudah terlihat saat gol Mbappe dianulir wasit menjelang akhir babak pertama. Di babak kedua, tanda itu makin terlihat jelas.

Di sinilah letak kualat sebenarnya. Saat mencetak gol ketiga yang akhirnya dianulir itu, Mbappe merayakannya di depan kamera TV. Sambil mengayunkan tangannya entah apa maksudnya.

Kevin Volland memperkecil kedudukan setelah mendapat bola di depan gawang Keylor Navas. Bahkan sempat menggocek sekaligus menipu Navas dengan melakukan tendangan ancang-ancang tapi enggak jadi.

Sekitar 13 menit kemudian, Volland membalas dua gol Mbappe biar impas sama-sama bikin dua gol. Dia mencetak gol lewat tendangan cebok tinggal ciduk saja di depan gawang menerima umpan Cesc Fabregas.

Monaco akhirnya mempertegas sisi kualat Mbappe setelah Abdou Diallo melakukan kesalahan sendiri di areanya sendiri. Dia sedikit keserimpet, lalu bola diserobot Volland dan memaksa menjatuhkannya di kotak penalti.

Sudah kartu merah diberi penalti pula. Nikmat mana yang Monaco dustakan? Penalti akhirnya dimanfaatkan dengan baik oleh Fabregas sekaligus memberi pelajaran kepada Mbappe agar jangan main-main sama mantan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here