Laga bertajuk “Le Classique” kembali terjadi pada lanjutan Ligue 1 pekan ke-11 kala Paris Saint-Germain bertemu dengan Marseille. Menjalani pertandingan di Parc des Princes, PSG berhasil membungkam Marseille dengan skor telak 4-0.

Le Classique” memang jadi salah satu laga paling bergengsi di sepak bola Eropa, terutama Prancis. Mungkin laga ini setara macam “El Clasico” di La Liga, “Derby d’Italia” di Serie A, atau Shaolin Soccer vs Team Evil pada filmnya Stephen Chow.

Tentu saja kemenangan jadi harga mati bagi kedua tim apabila tidak ingin menanggung malu.

Tapi PSG yang berlaku sebagai tuan rumah nampaknya masih terlalu perkasa di kompetisi yang mungkin namanya bakal berubah jadi PSG League suatu saat nanti saking mereka mendominasi.

Wajar saja, kondisi finansial mereka macam keluarga c*ndana yang sepertinya punya uang tak habis-habis untuk berapa keturunan. Secara materi tim PSG memang lebih unggul dari Marseilla.

Pada laga itu pula Kylian Mbappe dan Mauro Icardi menunjukan performa yang sedang ‘saik-saiknya’. Asik sekali mereka secara bergantian menyumbang gol untuk PSG.

https://twitter.com/FutbolBible/status/1188548041520889856?s=20

Mauro Icardi terlebih dahulu unjuk gigi dengan menyumbang dua gol pertama PSG. Striker penuh drama yang diumpan lambung dari Inter Milan itu membuka keunggulan PSG di menit kesepuluh.

Memang dalam beberapa laga terakhir, performa Icardi ini makin nyetel dengan permainan PSG. Berawal dari umpan lambung Angel Di Maria, sundulan Icardi awalnya mampu ditepis Steve Mandada. Tapi bola muntah langsung kembali disambar Icardi dan berbuah gol pembuka.

Icardi mencetak gol keduanya memanfaatkan umpan L1+segitiga Marco Veratti yang diteruskan dengan sundulan tipis. Hanya dipoles saja oleh Icardi, namun berbuah gol juga.

Setelah Icardi, giliran Mbappe unjuk gigi. Operan Di Maria tepat di muka gawang yang tak terjaga dengan mudah diselesaikan Mbappe yang tinggal kebagian jatah nyebok bola saja. Tidak perlu repot-repot dia pakai sabun dan air, tinggal sentuh saja sudah gol.

Di Maria membuat assist keduanya setelah terobosan pemain asal Argentina diselesaikan Mbappe dengan jurus klasik yaitu kotak+R2 dari luar kotak penalti. Babak pertama ditutup dengan skor 4-0.

Sayang pada babak kedua tidak ada tambahan gol yang tercipta. Skor tetap bertahan untuk kemenangan PSG hingga peluit panjang dibunyikan.

“Empat gol dalam satu babak, saya tahu semua orang berpikir itu mudah, tetapi tidak, dan saya mengucapkan selamat kepada tim.”

“Ini pertandingan dengan cerita yang hebat, yang harus dihormati, ini bukan pertemuan seperti yang lain untuk penggemar kami,” ujar Thomas Tuchel terkait laga, dikutip dari Oxford Mail.

https://twitter.com/Sporf/status/1188577874485436423?s=20

Main photo: fociclub.hu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here