Chelsea terpaksa merayakan hari natal dengan ketidakbahagiaan usai mengalami kekalahan 0-2 dari Southampton. Pada laga bertajuk “Boxing Day Match” itu, “The Blues” takluk di depan warganya sendiri.

Padahal warga London bagian Chelsea sudah bela-belain ingin nonton bola di Boxing Day, sebuah ritual budaya yang memang sudah ada di Inggris. Kalau hari kedua natal, biasanya mereka pergi mencari hiburan. Bisa nonton bola, nonton basket, asal jangan nonton korban kecelakaan.

Sayangnya, harapan warga Chelsea untuk bisa melihat timnya menang di Stamford Bridge pupus. Tim asuhan Frank Lampard yang bermain keroyokan melawan Southampton malah kalah.

Michael Obafemi sukses membawa Southampton yang biasa dijuluki akademinya Liverpool itu unggul pada menit ke-31. Sebuah aksi lumayan individu berakhir dengan tendangan penempatan yang luar biasa ke gawang Kepa Arrizabalaga yang wajahnya mirip bintang bokep.

Chelsea mencoba membalas tapi tendangan para pemainnya asal-asalan keluar lapangan. Jarang ada yang mengarah ke gawang.

Sebaliknya, Southampton justru menggandakan keunggulan di babak kedua. Lewat skema kerja sama yang cantik banget, operan satu sentuhan yang diorkestrai Stuart Armstrong berakhir di Nathan Redmond. Melihat gol ini semacam nonton Barcelona yang main, bukan Southampton.

Para pemain Chelsea lebih baik pensiun dini saja kalau kebobolan model begini. Padahal Southampton cuma berada di posisi ke-14.

Frank Lampard mengakui kalau timnya kesulitan menghadapi tim nyaris papan bawah itu. Lawan Tottenham bisa, lawan Southampton enggak bisa. Ada-ada saja si Chelsea bukan Islan ini.

“Kami mengalami kesulitan di sini (laga kontra Southampton). Kami tidak membuat peluang yang cukup, sepertu yang kami lakukan ketika berada di awal musim. Seharusnya laga ini bisa menjadi pembuktian, tapi kami tidak mampu melakukannya dan melewatkan kesempatan itu,” ujar Lampard di-copas dari Okezone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here