Indonesia (lagi-lagi) kembali menelan kekalahan saat menjalani laga kualifikasi Piala Dunia zona Asia. Bertandang ke Stadion Bukit Jalil di Kuala Lumpur, timnas “Garuda” keok dengan skor akhir 0-2 dari tuan rumah Malaysia.

Kekalahan ini membuat Indonesia tetap mencatatkan hasil sempurna selama bermain di Grup G. Dari lima laga yang telah dijalani, semuanya dilibas tanpa kemenangan. Benar-benar konsisten.

Hasilnya Indonesia kini sepertinya harus beli celana ukuran baru karena jadi yang paling buncit di daftar klasemen. Lima laga nol poin, mencetak gol hanya tiga kali, kebobolan sebanyak 16 kali. Kalau lihat di klasemen Google, bentuk hasil pertandingan Indonesia adalah XXXXX.

Sementara itu Malaysia melesat ke peringkat kedua dengan sembilan poin yang didapat. Perolehan ini sepertinya harus diterima dengan lapang dada oleh seluruh pecinta sepak bola Nusantara.

Mungkin ini saatnya untuk mengucapkan sayonara. Sayonara kepada mimpi bermain di Piala Dunia. Serta Sayonara kepada Simon McMenemy yang sudah berusaha menjadi yang terbaik bagi timnas selama ini.  

Memang tidak adil rasanya jika menyalahkan seseorang pada olahraga kolektif seperti sepak bola. Tapi pada laga Indonesia kontra Malaysia tadi malam, Yanto Basna memang melakukan beberapa kesalahan fatal, yang sialnya keduanya berujung gol.

Pelanggaran yang dibuat Basna berbuah gol pertama Malaysia yang dicetak oleh Safawi Rasid. Cantik sekali golnya setelah dihasilkan melalui tendangan bebas. Macam sudah hafal pencetannya saja bisa begitu mulus bola masuk ke gawang.

Safawi Rasid dan Yanto Basna benar-benar jadi dua nama yang paling mendapat sorotan di laga tersebut. Keduanya kembali berperan besar pada gol kedua yang terjadi di laga tersebut.

Basna yang nampaknya sedikit terlambat mengantisipasi bola, membuat Rasid dengan cepat merebutnya di dalam kotak penalti. Tanpa tedeng aling-aling, Rasid melepaskan tendangan keras dari sudut sempit.

Hanya kiper dengan refleks 99 dan bertangan delapan mungkin yang bisa menepis tendangan sekeras itu.

Indonesia sempat mendapat tendangan penalti jelang laga usai. Namun eksekusi Osas Saha dapat dibaca dengan baik oleh kiper Malaysia. Hingga laga usai, skor 2-0 bertahan untuk kemenangan Malaysia.

“Di level internasional tidak bisa hilangkan satu peluang menjadi gol. Dan kami kebobolan dari dari kesalahan sendiri. Dua gol yg diciptakan oleh Malaysia adalah hadiah dari para pemain,” kata pelatih sementara Yeyen Tumena dikutip dari Detik.

Main photo: bolanusantara.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here