Pemain muda AS Roma yaitu Justin Kluivert yang tinggalnya bukan di Jakarta Selatan, mengeluarkan pernyataan which is ia ingin menjadi starter dan yakin bisa menunjukan performa konsisten selama berseragam “Giallorossi”.

Saat ini, Justin yang bukan saudaranya Justin Timberlake apalagi Coach Justin, merupakan pemain baru di Olimpico. Dia masih lebih sering dimainkan sebagai pemain rotasi. Makanya, Justin berharap dia bakal dapat satu tempat yang kalau katanya anak Jaksel adalah ‘worth it’ atau simpelnya adalah layak.

Justin sejatinya merupakan ‘anak baru’ di kubu AS Roma. Sebelumnya pemain asal Belanda ini juga sempat diincar oleh Manchester United dan Barcelona, namun akhirnya ia memutuskan untuk ke Serie A.

Ia didatangkan dari Ajax Amsterdam dengan nilai tebusan sebesar 17.25 juta euro. Kariernya lumayan cepat menanjak usai bergabung dengan tim senior Ajax. Meski masih berusia muda, Justin dipercaya akan menjadi seorang bintang sepak bola di masa depan.

Bersama klub Belanda itu, Justin mencetak 13 gol dan 10 assist selama membela skuat utama Ajax.  Setelah menunjukan performa yang apik, Justin kemudian buru-buru ingin meninggalkan Eredivisie dan bermain di liga dengan level yang lebih tinggi.

Sang ayah yaitu Patrick Kluivert sebenarnya sempat mengingatkan anaknya agar tidak terburu-buru untuk meninggalkan Ajax. Namun namanya anak-anak, bader memang kalau dibilangin. Kadang sudah tahu batuk, masih saja minum es. Kalau tambah parah paling-paling sang ayah hanya bisa nyinyir saja “es terus, es terus,”.

Kini nampaknya Justin mulai menunjukan kekhawatirannya karena tak kunjung mendapat tempat utama di skuat Roma. Wajar saja, namanya juga anak baru. Wajar kalau masih jadi pemain rotasi. Beruntung tidak dijadikan member JKT 4 yang juga suka rotation dengan awalan heavy.

https://twitter.com/ASRomaData/status/1006458222750982145

Justin menyadari bahwa kesempatan bermain yang ia miliki saat ini masih sedikit. Ia juga menyadari betul terdapat persaingan ketat untuk menjadi skuat utama Roma.

“Saya ingin menjadi starter, karena itu saya meninggalkan Ajax dan bergabung dengan Roma. Momen saya belum datang, namun saya mulai mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak sekarang,” ujar Kluivert dikutip dari Liputan6.

“Saya menyadari kalau tidak mudah untuk mengamankan posisi starter. AS Roma memiliki ekspektasi yang tinggi kepada saya.”

Pemain yang jago berbahasa Belanda sejak kanak-kanak itu juga mengatakan bahwa persaingan tidak seketat kala dirinya masih di Ajax. Ia berjanji akan menunjukan performa konsisten dan belajar dari para penggawa Roma.

“Hal tersebut berbeda ketika saya masih berada di Ajax. Namun saya terus belajar dari para pemain hebat yang ada di Roma. Mereka terus membantu saya untuk menjadi lebih baik,” ungkap Kluivert.

Selama bermain untuk AS Roma, Justin baru tampil sebanyak dua kali saja saat menghadapi Torino dan Atalanta. Pada laga debutnya melawan Torino, ia berhasil mencetak satu assist atas gol kemenangan yang dicetak Edin Dzeko.

Main photo: iromanista.eu

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here