Javier Mascherano tak mengelak saat ditanya soal insiden handball saat Barcelona menahan imbang Villarreal 1-1 di La Liga, Minggu (8/1). Namun, dia mengatakan bahwa dirinya khilaf saat bola menghampiri tangannya yang berotot itu.

Bek berusia 32 tahun itu memang tak sengaja saat melakukan handball tersebut. Dia berusaha mengeblok tendangan Roberto Soriano pada menit ke-74. Namun, si kulit bundar rupanya tak memberitahu Mascherano bahwa dia ditendang mengarah ke tangannya. Jangankan memberitahu, misscall pun tidak sama sekali.

Alhasil, bola mengenai tangan pemain bernomor 14 itu dengan nyamannya. Telak sekali, setelak orang saat bertanya kapan kawin ke kita. Menusuk dada.

Ini dia insiden handball Mascherano yang coba-coba jadi kiper. (Twitter: @UltraSuristic)

Mascherano mengaku tak bisa berbuat apa-apa. Tidak mungkin juga dia harus membuntungkan tangannya sendiri. Kasihan nanti dia tak bisa makan, chatting, melukis alis, berdandan, sampai mencebok.

“Anda bisa membedakan mana handball yang sengaja dan yang tidak sengaja. Saya tak bisa memotong tangan saya sendiri,” ujar bekasan Liverpool itu kepada Marca.

Memang ada beberapa kategori handball di dunia perwasitan. Jika dilihat dari kasus Mascherano, handball tersebut dinilai aktif karena bola berubah arah saat mengenai tangan meskipun tidak sengaja. Apalagi tangannya melayang dengan santainya, tidak merapat ke badan.

Sedangkan ada juga yang kategori pasif, biasanya bola mengenai tangan yang menempel atau rapat ke badan si pemain. Artinya, mau ada tangan atau tidak, tetap mengenai badan.

Ada lagi yang memang betul-betul disengaja seperti kasusnya Luis Suarez di Piala Dunia 2010. Dia mengeblok sundulan pemain Ghana benar-benar layaknya seorang pemain voli Proliga di depan net. Tidak ada malu-malunya barang sedikit.

Sayangnya, wasit luput melihat insiden Mascherano tersebut. Entah karena memang benar tidak melihat, atau memang melihat namun sengaja tidak memberikan penalti.

Andai wasit berbaik hati kepada Villarreal, si kostum kuning itu bisa saja unggul 2-0 karena saat insiden pada menit ke-74 tersebut mereka sedang unggul 1-0. Sayang, rejeki belum mau mampir ke kubu Fran Escriba. Mereka akhirnya kebobolan pada menit ke-90. Puk puk puk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here