Ligue 1 yang dibaca “lik ong” resmi berakhir setelah memainkan pertandingan pekan ke-38 mereka. Pertandingan yang digelar serentak macam Pilkada itu memberikan beberapa laga seru terkait perebutan tiket ke Liga Champions musim depan.

Meski telah mempunyai juara sejak pekan ke-33, Ligue 1 tidak lantas membosankan seperti menonton pertandingan catur. Apalagi catur Jawa. Gelar juara Ligue 1 sendiri telah dikunci oleh Paris Saint-Germain setelah menghancur-leburkan AS Monaco macam rujak bebek atau bebeg atau beubeuk dengan skor 7-1.

Namun perebutan tiket ke Liga Champions pada liga utama Perancis tersebut masih ketat hingga laga terakhir yang digelar tadi malam. Maklum, Ligue 1 sendiri hanya memiliki dua jatah gratis untuk masuk ke Liga Champions.

Sedangkan untuk satu tim lain melalui proses kualifikasi tanpa harus menyanyi di depan juri. Satu tempat sudah dipastikan PSG yang menjadi juara. Sedangkan dua tempat lainnya akhirnya berhasil didapatkan oleh AS Monaco dan Olympique Lyonnais.

Sedangkan Marseille yang berada di peringkat keempat terpaksa kembali menjalani Liga Malam Jumat alias Liga Europa di musim depan.

Pada pertandingan terakhir Marseille, mereka sebenarnya meraih kemenangan atas tim yang namanya selalu disebutkan kala selesai berdoa, Amiens SC. Tim besutan Rudi Garcia berhasil menang dengan skor jas hujan 10 ribuan alias tipis saja yaitu 2-1. Namun di saat yang sama, Lyon juga berhasil menang kala menjamu OGC Nice.

Memphis Depay berhasil menjadi bintang pada malam itu. Tetapi bukan jadi bintang setelah ditendang oleh Pikachu seperti yang sering terjadi pada Tim Rocket. Depay tanpa nol persen berhasil mencetak hattrick alias tiga gol ke gawang timnya Mario Ballotelli itu.  Sedangkan Nice hanya mampu membalas lewat dua gol dari Alassane Plea.

Sedangkan Monaco juga meraih kemenangan 3-0 saat melawan Troyes. Kemenangan tersebut membuat mereka mengunci tempat kedua dengan 80 poin. Disusul Lyon dengan 78 poin, dan Marseille di tempat keempat dengan 77 poin. Ketat sekali memang persaingan Liga Champions di Ligue 1 ini macam legging cabe-cabean yang keluar sore hari naik motor Mio bobok.

Sayang sekali memang karena Marseille bisa saja ikut rombongan tim Perancis ke Liga Champions andai mereka menang pada pertandingan final Liga Europa tengah pekan lalu.  Sayang kenyataan berkata lain, mereka harus takluk tiga gol tanpa balas oleh Atletico Madrid.

Namun Marseille tidak perlu khawatir tidak punya teman saat pergi ke Liga Europa nanti. Kalau sendiri takutnya nanti memang malah di-­bully oleh tim-tim lain. Sebab Stade Rennes dan Girondins Bordeaux akan dipastikan menemani.

Pemain Marseille, Florian Thauvin menyayangkan kegagalan mereka lolos Champions setelah sebelumnya juga kalah di partai puncak Liga Europa. “Kami mengalami musim yang luar biasa tetapi upaya kami tidak membuahkan hasil,” ujarnya dikutip dari Tampabay.

Sementara itu Nabil Fekir mensyukuri keberhasilan timnya pada musim ini yang akan menjalani play-off Champions. “Banyak kegembiraan malam ini, semua orang sangat fokus dan termotivasi,” kata Fekir. “Ini musim yang luar biasa.”

Main photo: @OM_English

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here