Laga lanjutan Liga 1 Indonesia antara Persela melawan Persija yang digelar di Stadion Surajaya Lamongan, berhasil dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 2-0. Namun kemenangan “Laskar Joko Tingkir” menjadi sedikit ternoda sebab gol pertama yang mereka cetak dikatakan kontroversial.

Kekalahan tersebut jelas menyesakan bagi Persija. Setelah tersingkir oleh Home United yang bermain away  ke Jakarta, mereka sebelumnya juga kalah oleh Madura United. Selain sedih karena kalah tiga kali beruntun, kekalahan “Macan Kemayoran” saat melawat ke Lamongan juga menyisakan perdebatan.

Gol pertama Persela sebenarnya baru tercipta di menit ke-84 melalui marquee player mereka yang berasal dari Brasil. Tak sesuai namanya, Diego Assis, justru mencetak sebuah gol, bukan menciptakan assist. Bagus juga sebenarnya karena sang pemain multitasking. Selain bisa assist dan mencetak gol, mungkin nanti dia juga bisa main bola sambil masak sayur oyong.

Meski begitu, nama pemain Persela yang lain tidak ada yang berhubungan dengan sepak bola seperti nama Assis. Tidak ada Wawan Gol, Hendi Kiper, Junaidi Offside, atau Yanto Peluit.

Berawal dari umpan silang Ahmad Birrul Walidain di sisi kanan, bola disambut Assis tanpa terlalu meriah dengan tendangan sepeda terbalik kalau kata Bung ‘Jebret’. Entah apanya sepeda yang terbalik. Seharusnya kalau terbalik berarti namanya tendangan adepes.

Tendangan tersebut bisa jadi sangat mantul alias mantap betul andai menjadi gol. Namun bola yang sudah tidak mampu dihalau oleh kiper Daryono, masih bisa disundul balik oleh tiang gawang. Bola rebound tersebut kemudian langsung saja direbutkan oleh Assis dan Daryono.

https://twitter.com/Liga1Match/status/998223937497518081

Sepintas bola terlihat berhasil dimenangkan oleh Assis yang menyundul hingga gol. Setelah komentator berkata “jebret” dan “ya ampunnn” pemain Persija tiba-tiba terlihat langsung mengerubungi wasit macam laron melihat lampu.

Usut punya usut ternyata pada tayangan ulang, bola tidak benar-benar disundul oleh Assis, melainkan langsung di­-smash. Bukan tangan kiri atau tangan kanan yang dimasalahkan. Sama seperti ayam paha KFC. Mau kiri mau kanan sama saja rasanya.

Selain kiper, pemain bola memang dilarang menggunakan tangan memang saat bermain bola kecuali saat melempar lemparan ke dalam atau sedang gatal buat garuk-garuk.

Asisten wasit dua Jujuk Suharso sempat mengangkat bendera. Tetapi setelah wasit Annas Apriliandi mengesahkan gol, wasit kedua langsung menurunkan bendera tanpa setengah tiang.

Keputusan wasit tersebut lantas menuai protes keras dari para pemain. Namun wasit tetap pada keputusan untuk menyatakan gol. Assis yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengaku tidak tahu apa yang terjadi. Aneh sekali memang. Mungkin saking bersemangatnya dia bisa menyamai pencapaian Diego Maradona.

Tentu saja tak layak menyematkan gol itu disebut sebagai “gol tangan Tuhan”. Menurut bung Yuke, komentator andal, lewat akun Instagramnya, mana ada Tuhan yang mengizinkan perbuatan ilegal, curang, dan tidak sportif? Janganlah bawa-bawa nama “Tuhan” untuk segala perbuatan atau aktivitas yang bermakna negatif.

Jadi lebih cocok gol ini kita namakan saja sebagai “gol hantu” atau “gol kuntilanak” meski tak sepenuhnya tepat juga karena para setan dan jin dibelenggu di bulan Ramadhan.

“Saya tidak tahu tentang itu (soal gol menggunakan tangan). Saya hanya melihat setelah bola melewati gawang. Jadi saya tidak tahu. Saya menutup mata saya, dan itu sangat emosional, lalu bola telah masuk ke gawang,” ucap Assis dikutip dari Goal.

Persija pun kini terlempar ke peringkat 13 dengan modal 10 poin hasil dari tujuh pertandingan. Memang mereka masih menyisakan dua pertandingan dibanding tim yang lain. Sementara Persela merangsek ke peringkat kelima dengan 13 poin hasil dari sembilan laga.

Main photo: PIAH.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here