Mantan kapten tim nasional Amerika Serikat (AS), Michael Bradley, ikut-ikutan memprotes kebijakan presiden anyarnya, Donald Trump, yang melarang warga dari negara-negara muslim. Bradley tiba-tiba jadi sok tahu bicara politik.

Ketika diwawancarai Sports Illustrated, Bradley awalnya hanya bincang-bincang santai, tapi juga bukan talkshow-nya Sule dan Andre Taulany yang kelewat santai. Pembicaraan tiba-tiba berubah arah, entah si pewawancaranya yang mancing-mancing atau Bradley-nya yang sengaja membelokkan arah karena mau curhat colongan.

Mantan pemain yang tidak bagus-bagus amat bermain di Roma itu menolak adanya peraturan presiden atau jika di Indonesia istilahnya Perpres, semacam itu. Bradley menolak perpres yang dikeluarkan Donald Trump melarang warga dari tujuh negara muslim seperti Iran, Irak, Suriah, Yaman, Sudan, Somalia, dan Libya untuk masuk ke AS.

Bagi yang penasaran mengapa Trump mengeluarkan kebijakan itu, silakan buka saja media-media online lainnya yang khusus mengulas perpolitikan. Sedangkan di sini akan berfokus pada Bradley yang botak mirip Ozy Syahputra itu.

Bradley yang kini membela Toronto FC ternyata bisa malu juga sebagai warga AS. Bukannya dia malu punya presiden bekas pemain Smackdown bohong-bohongan itu, tetapi malu karena kebijakannya melarang warga dari negara-negara muslim.

Jika warga biasanya berharap kampanye calon pemimpinnya dapat benar-benar dijalankan, tidak cuma janji doang, tidak dengan warga AS khususnya Bradley. Sebaliknya, dia malah berharap Trump tidak menjalankan apa yang dijanjikannya pada masa kampanye.

“Saat Trump terpilih, saya cuma berharap dia tidak melakukan apa yang dikampanyekan sebelumnya. Tetapi saya salah, saya kecewa dan malu. Dia benar-benar melarang warga muslim masuk ke AS,” ucap Bradley, sedih :(.

Bradley juga curhat di akun media sosialnya, macam artis-artis kemarin sore. Untungnya tidak sampai berantem dengan istri dari paslon 1. Berhubung sangat panjang curhatannya, silakan dibaca sendiri.

Main photo credit:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here