Setelah dikerumuni oleh semut-semut pecinta gula, Kostas Manolas akhirnya memilih berlabuh ke Napoli. Bek AS Roma yang cukup fenomenal meng-kombek Barcelona itu sudah sah jadi milik Napoli.

Semut-semut pecinta gula itu tentu saja klub-klub yang sudah lama mengincar Manolas. Nama Manolas memang ramai dikaitkan dengan sejumlah klub besar macam Juventus, Manchester United, Barcelona, sampai PSG.

Ternyata, justru Napoli yang tak diduga-duga memenangkan perburuan hati pemain berwajah ganteng ideologis itu. Roma setuju menjualnya seharga 36 juta euro. Untuk ukuran sekarang, tidak terlalu mahal, tapi juga enggak murah.

Itu juga berbentuk release clause. Jadi Napoli mengaktifkan klausul tersebut sehingga Roma memang harus merelakannya. “Partenopei” memang butuh bek baru untuk menggantikan Raul Albiol yang pergi ke Villarreal.

“Klub mengonfirmasi bahwa kesepakatan telah tercapai dengan Napoli untuk transfer permanen Kostas Manolas,” demikian bunyi pernyataan di situs resmi Roma.

Manolas yang namanya bisa dipanjangi jadi “Mantan Nampol Balas” itu akan dikontrak selama lima tahun tanpa ada kejelasan apakah akan diangkat jadi pegawai tetap atau tidak. Biasanya sih tidak.

Yang jelas, Napoli kini bakal punya pertahanan yang makin kuat dan makin kokoh macam iklannya semen Tiga Roda. Soalnya, mereka sudah punya bek kuat kelas dunia, Kalidou Koulibaly. Kebayang bagaimana duet maut Manolas dan Koulibaly dalam satu tim. Bakalan susah ditembus lawan kecuali keduanya lagi mencret-mencret.

Hal itu diutarakan mantan bek lejen Italia, Fabio Cannavaro. Cannavaro menilai duet maut Koulibaly-Manolas atau bisa disingkat jadi “Libas” atau bisa juga jadi “Kuman” itu bakal sukses bersama Napoli.

“Jika Napoli benar-benar ingin meningkatkan kualitas, mereka harus melakukannya dengan Manolas. Pemain timnas Yunani ini akan menciptakan duet yang luar biasa dengan Koulibaly,” tutur Fabio Cannavaro dikutip dari Football Italia.

“Mereka berdua tahu bagaimana bertahan lebih dalam dan menekan lawan dengan pressing tinggi, dari jarak dekat atau ketika berlari ke depan mereka. Mereka luar biasa dalam situasi satu lawan satu.”

“Dengan dua pemain seperti itu, Anda dapat melakukan lebih banyak pemain saat menyerang dan menciptakan peluang mencetak gol yang lebih baik,” sambungnya lagi, dikutip dari Detik.

Main photo: PurelyFootball

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here