Tidak terasa Piala Dunia sebentar lagi akan diselenggarakan di Rusia. Ajang empat tahunan tersebut akan digelar kurang lebih tinggal 128 hari, 6 jam, 6 menit, dan 49 detik ketika tulisan ini dibuat. Silahkan lanjutkan hitungan mundur sendiri.

Mendengar kata “Rusia” mungkin yang terbayang di benak kita kebanyakan adalah salju, suhu dingin, ataupun Vodka. Apalagi sekarang ini seperti di Moscow yang suhu rata-ratanya -7°C pada bulan Februari.

Dapat dibayangkan bagaimana dinginnya suhu di lapangan ketika bertanding bola. Bisa-bisa mengkerut itu yang ada di dalam celana sehabis pertandingan.

Namun tenang saja, tidak usah khawatir pemain idolamu yang nanti akan bertanding di Rusia akan kedinginan. Pasalnya, Piala Dunia akan diselenggarakan pada bulan Juni-Juli yang hampir dipastikan merupakan musim panas disana. Sebenarnya kita tidak mesti pusing memikirkannya, karena toh bukan kita juga yang akan bertanding.

Selain itu, zaman juga sudah canggih, ada teknologi yang namanya pemanas bawah tanah yang sudah banyak dipergunakan di stadion-stadion Eropa sana. Keren pokoknya.

Indonesia sendiri bukannya tidak bisa membuat teknologi seperti itu, tapi karena percuma. Suhu sudah panas, ditambah lagi pemanas bawah tanah, bisa-bisa jadi singkong rebus para pemain habis bertanding.

Tapi sebenarnya berolahraga di suhu dingin juga memiliki manfaat yang tidak akan kamu ketahui kalau mencarinya di buku pelajaran PPKn.

Dingin disini juga tidak berarti juga sampai -30°C, kalau di suhu seperti itu bikin teh panas tidak sampai 10 menit juga sudah jadi es batu. Jadi tidak disarankan untuk berolahraga pada suhu ekstrim seperti itu.

Hasil gambar untuk olahraga suhu dingin
Ilustrasi olahraga suhu dingin. (Source: Cerita Diah)

Berolahraga pada suhu yang dingin ternyata dapat membakar lebih banyak kalori. Seperti dikutip dari Detik.com, ketika menggigil karena udara dingin, tubuh otomatis memicu pelepasan hormon irisin.

Hormon inilah yang menstimulasi pembakaran kalori dan jaringan lemak yang menumpuk karena keseringan makan goreng-gorengan dan junkfood lainnya sehingga membakar energi lebih banyak.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Cell Metabolism juga menyatakan bahwa irisin yang diproduksi saat tubuh menggigil, sama dengan yang dikeluarkan tubuh ketika berolahraga.

Tetapi tidak disarankan untuk malah berdiam di kamar kecil dengan menyalakan AC 1,5 PK hingga -18°C. Walaupun memang bakal menggigil kedinginan, tapi bisa-bisa malah masuk angin dan flu yang terjadi.

Selain itu, berolahraga pada suhu dingin juga meningkatkan daya tahan tubuh. Jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah akan semakin kuat. Namun untuk yang ingin cepat memanjangkan rambut, sepertinya sia-sia karena tidak ada pengaruhnya walaupun berolahraga di udara dingin.

Olahraga di udara dingin juga memicu terlepasnya hormon endorfin dan meningkatkan mood. Suhu dingin akan menstimulasi parasympathetic system dan singkatnya akan membuat kita bahagia, nyaman, dan mengurangi stress.

Keuntungan lain yang bisa didapat saat berolahraga pada suhu dingin adalah dapat minum teh hangat ketika selesai. Bayangkan saja kalau dilakukan saat bertanding sepakbola sore-sore di bawah terik matahari yang panas, pastilah sangat tidak menyenangkan.

Jadi jangan takut untuk berolahraga pada suhu lingkungan yang dingin, karena tidak akan membuat jantung tiba-tiba membeku juga. Kalau di Indonesia, Anda mesti datang dulu ke daerah-daerah pegunungan untuk menikmati olahraga bersuhu dingin.

Kalau mau ke Puncak Bogor, disarankan olahraganya subuh jam 4 pagi. Soalnya Puncak sekarang sudah tidak dingin lagi kalau pagi atau sore hari.

Main photo: 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here