Timnas Italia mulai berlatih jelang bergulirnya UEFA Nations League pada akhir pekan ini. Seperti latihan normal lainnya, latihan timnas Italia pun tidak melibatkan pelatih singa sirkus. Namun satu hal yang berbeda pada latihan pasukan Roberto Mancini adalah mereka memutar musik melalui pengeras suara saat latihan.

Hajatan baru timnas Eropa yaitu Nations League sebentar lagi akan memulai laga perdananya. Demi menyiapkan skuat menghadapi ajang tersebut, timnas negara-negara Eropa memulai latihan mereka.

Tak terkecuali timnas Italia bersama dengan Mancini yang baru resmi ditunjuk beberapa bulan yang lalu. Tim “azzurri” sendiri akan menjamu lawan-lawan berat yaitu Polandia di akhir pekan ini dan berlanjut dengan lawatan ke Portugal.

Satu hal yang mungkin tidak kita temui dalam sesi latihan bermain catur adalah Mancini menggunakan sebuah metode baru demi memotivasi para pemainnya. Pelatih yang tahu banyak nama-nama binatang dalam bahasa Italia tersebut memutarkan musik yang disambungkan melalui pengeras suara.

Bisa dibayangkan jadinya timnas Italia seperti berlatih di tengah-tengah konser dengan speaker yang menyetel musik. Bukan konser anak punk tapinya. Bisa-bisa malah pada pogo bukannya latihan. Apalagi Balotelli, dilihat dari rambutnya yang model mohawk, kalau sedangkan konser punk pasti rusuh sekali jogetnya.

Atau kalau mau lebih meriah lagi bisa diputar lagu-lagu dangdut. Cuma risikonya bakal ada senggol-bacok-senggol-bacok kalau sedang asyik mabuk. Bisa-bisa Italia nanti kehilangan pemain andalannya.

Lalu bedanya, para pemain tidak diwajibkan untuk membeli tiket juga untuk bisa masuk ke sesi latihan. Dipastikan juga tidak ada calo yang berkeliaran jualan tiket di sekitar tempat mereka berlatih.

Kalimat dari abang-abang calo “Ayo, ayo, konser sudah mulai, tiketnya jadi 20 ribu saja,” dan semacamnya tentunya tidak ada. Jadi para pemain hanya berkonsentrasi saja kepada latihan.

“Ini adalah hal baru. Saya di sini sudah tiga tahun dan sampai sekarang saya hanya mendengarkan lagu di ruang ganti,” ucap penjaga gawang Gianluigi Donnarumma dilansir dari CNNIndonesia.

Berbagai lagu dari grup musik tenar sudah disiapkan dalam satu playlist. Musik dari band legendaris macam Queen, The Rolling Stones, The Killers, hingga Miley Cyrus pun tersedia.

Jadi saat latihan dan momen melakukan serangan, diiringi dengan lagu “We Are The Champions” dari Queen. Tentunya akan menambah antusiasme dan memotivasi para pemain.

Hanya saja lagu dari band legendaris macam Kufaku Band sepertinya tidak diperdengarkan. Mungkin Mancini takut, para pemainnya malah mengalami demotivated setelah mendengarkan lagu tersebut. Kita tunggu saja apakah playlist dari Mancini akan segera keluar di Spotify bajakan nantinya.

“Kemarin kami berlatih dengan musik, ini cukup aneh bagi saya, dan saya bertanya kepada pelatih kiper. Dia menjelaskan kepada saya bahwa Mancini suka dengan cara kerja seperti ini karena dapat meningkatkan antusiasme,” kata kiper AC Milan tersebut.

Selain diisi dengan playlist mantul alias mantap betul milik Mancini, latihan timnas Italia juga kedatangan pemain-pemain muda yang baru masuk timnas. Dari 30 orang pemain yang dipanggil, enam diantaranya tidak memiliki caps bersama timnas Italia.

Hal ini menegaskan bahwa pada era Mancini, sepertinya regenerasi jadi hal yang sangat diperhatikan. Meski demikian, banyak juga muka lama yang dipanggil macam Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci, Mario Balotelli, Ciro Immobile, dan Lorenzo Insigne.

Main photo: the18.com

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here