Oleh: Paundra Jhalugilang

Di antara sederet pencetak gol terbanyak di Seri A musim ini, tersempil nama Andrea Belotti di sana. Tidak ada yang aneh memang. Belotti berada di urutan kedua dengan 13 gol, hanya satu gol tertinggal dari Mauro Icardi, bahkan golnya sama dengan Edin Dzeko. Dia mengungguli Gonzalo Higuain (12) dan Dries Mertens (11).

Tapi, ada satu yang patut dicermati dalam daftar top skor tersebut, terutama dalam lima peringkat teratas. Apakah yang aneh? Bukan, bukan karena Belotti paling ganteng di antara kelima pemain tersebut. Melainkan hanya Belotti-lah satu-satunya striker berkebangsaan Italia.

Tak hanya itu, dia juga berasal dari klub yang sedang-sedang saja, Torino. Bukan dari klub besar macam Juventus, Milan, Inter, Napoli, dan Roma. Ini menandakan bahwa klub-klub banyak duit seperti mereka memang tak suka memakai striker berkebangsaan Italia.

Benarkah tidak suka? atau karena memang tidak ada stok lagi? Atau karena mereka tak bisa menciptakan striker dari akademi mereka sendiri? Mari kita telusuri lebih dalam lagi, sedalam cinta B.J.Habibie kepada istrinya, Ainun.

Jika dicek daftar top skorer Italia di Wikipedia, tidak ada striker asli Italia dari lima klub tadi yang menjadi capocannoniere. Terakhir, gelar itu diraih Alessandro Del Piero bersama Juve pada 2007/08.

Berikutnya beredar nama Antonio Di Natale dan Ciro Immobile, tapi kedua pemain itu bukan dari klub besar. Melainkan hanya berasal dari tim medioker, Udinese dan Torino.

Terbukti, level kedua pemain itu pun tak berkembang lebih jauh lagi. Di Natale nyatanya tidak menggila saat di timnas dan Immobile kepayahan saat pindah ke Borussia Dortmund. Bersama timnas pun dia juga tak mampu menunjukkan tajinya.

Lucunya, setelah itu muncul nama Luca Toni yang kembali jadi capocannoniere pada musim 2014/15 dengan usia 38 tahun! Kok bisa-bisanya Toni yang sudah senior dan berumur meski tak sampai bau tanah itu bisa jadi top skor bersama Hellas Verona.

Lalu pada kemana striker-striker Italia lainnya? Jangan-jangan hanya sibuk main FIFA atau jajan sembarangan di jalan Hayam Wuruk.

Inilah mengapa, Italia sepertinya kekurangan striker haus gol yang bertaraf kelas dunia. Tak seperti zaman 2000-an eranya Del Piero, Francesco Totti, Filippo Inzaghi, Luca Toni, dan Christian Vieri.

Image result for inzaghi totti del piero
Rindukah pada striker-striker ini?

Banyak Stok

Musim lalu, muncul nama Leonardo Pavoletti dari Genoa yang mampu menembus lima besar, itupun hanya di urutan kelima dengan 14 gol di bawah Higuain, Paulo Dybala, Carlos Bacca, dan Icardi.

Pavoletti juga tak dibawa Antonio Conte ke pentas Piala Eropa 2016 kemarin. Padahal, dia sudah punya KTP dan tak akan ditangkap Satpol PP jika ada razia kependudukan.

Striker-striker timnas Italia ini juga bagai ingus yang suka keluar-masuk hidung. Sebut saja Antonio Cassano, Giampaolo Pazzini, Fabio Quagliarella, Mario Balotelli, Fabio Borini, Giuseppe Rossi, Stephan El Shaarawy, Graziano Pelle, Simone Zaza, Manolo Gabbiadini, Federico Bernadeschi, Nicola Sansone, Domenico Berardi, sampai Sebastian Giovinco.

Dalam dua tahun terakhir, mungkin hanya Eder, Immobile, dan Lorenzo Insigne yang konsisten bertahan di “Gli Azzurri“. Eder sendiri yang bermain di Inter juga aslinya berkebangsaan Brasil.

Lainnya hanya datang dan pergi sesuka hatimu mirip lirik lagunya Diana Nasution “Benci tapi Rindu”. Semuanya tak pernah menunjukkan kegarangannya bersama timnas, tak seperti zamannya Totti dan kawan-kawan dulu. Mungkin, mereka memang beda kelas.

Jadi sebenarnya, striker-striker lokal masih banyak stoknya. Tapi tak satupun yang mampu menunjukkan sinarnya di klub-klub langganan Liga Champions.

Juve pernah mengontrak Quagliarella selama beberapa musim. Tapi ternyata kalah bersaing dan kerap tak konsisten penampilannya. Mereka juga mencoba jasa Zaza musim lalu, tapi nyatanya kurang menggoda.

Milan pernah pakai servisnya El Shaarawy, ternyata sama saja. Sekarang striker berambut mohawk itu juga kurang bagus-bagus amat bersama Roma. Terbukti musim ini baru cetak tiga gol. Masih banyakan golnya Teerasil Dangda di AFF 2016 kemarin.

Balotelli juga pernah di Milan, tapi nyatanya tidak menggelegar. Begitu juga dengan nasib pemain-pemain lainnya seperti Rossi dan Pazzini yang kadang-kadang hanya jadi pajangan kucing saja.

Jelas bahwa striker-striker asli Italia ini kalah bersaing dengan striker asing di klubnya. Dalam beberapa tahun terakhir muncul nama Zlatan Ibrahimovic, Robinho, Carlos Tevez, Bacca, Mario Mandzukic, Dybala, Higuain, Miroslav Klose, Icardi, Diego Milito, sampai Edinson Cavani.

Melihat nama-nama tersebut memang pemain-pemain kelas dunia yang levelnya sudah Liga Champions ke atas, yang mencetak golnya bukan lagi pakai kaki, tapi pakai “kaki” bagian depan.

Kegagalan Akademi

Terakhir, klub-klub besar juga terbukti belum berhasil menciptakan striker dari akademi mereka sendiri. Sebut saja Immobile, Giovinco (Juventus), Alberto Paloschi (Milan), Stefano Okaka (Roma), Balotelli (Inter), dan masih banyak lagi yang tak bisa disebutkan satu persatu. Mohon maaf.

Semua pemain itu rata-rata hanya jadi ‘buangan’ klubnya saja. Nyatanya tidak bisa menembus ke skuat inti, bermain secara jantan dan konsisten.

Ditambah lagi kompetisi Seri A memang bukan tempat untuk para pemula atau pemain muda. Kultur kompetisi ini bukan untuk memamerkan skill yang biasa dilakukan para pemain muda yang lagi girang-girangnya bermain bola.

Biasanya mereka yang bisa mengemban nama di kompetisi ini adalah pemain-pemain yang sudah berpengalaman, lebih sabar, tahu celahnya, dan biasanya pada usia 25 tahun ke atas.

So, kehadiran Belotti di daftar topskor musim ini memang perlu dicermati beberapa waktu ke depan. Saat ini, mantan pemain Palermo sudah mencetak 31 gol dan 11 assist dari total 90 pertandingannya di Seri A.

Bersama Italia juga cukup mantap langkahnya. Pemain yang suka selebrasi bergaya tidak jelas itu sudah mengoleksi tiga gol padahal baru lima kali bermain bersama timnas. Mampukah dia menjadi pelepas dahaga Italia pada saat haus?

Seperti minuman segar dingin yang berkeringat macam Teh Botol, S-Tee, Pucuk Harum, Pocari Sweat, atau mungkin Extra Joss? Kita tunggu saja.

Main photo credit: Soccer Beamz


paundraPaundra Jhalugilang

Penulis adalah pemuda harapan bangsa yang biasa-biasa saja. Bekas wartawan tanpa pengalaman yang melihat sepakbola dengan penuh pesona. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here