Setelah Thailand yang panas lihat negara tetangga, Indonesia, negara kita, menunjuk pelatih kelas dunia. Kini giliran Malaysia yang iri hati, tak mau kalah dengan tetangga-tetangganya itu. Yah, namanya juga tetangga.

Indonesia memang telah lebih dulu menunjuk Luis Milla sebagai pelatih yang tugasnya melatih. Milla merupakan mantan pelatih timnas Spanyol U-21 yang pernah menangani pemain-pemain yang sekarang berkelas dunia bahkan kelas planet lain seperti Thiago Alcantara, Cesar Azpilicueta, David de Gea, Ander Herrera, sampai Juan Mata.

Beberapa bulan kemudian, Thailand ikut-ikutan. Mereka menunjuk Milovan Rajevac sebagai pelatih baru mereka menggantikan pelatih ganteng Kiatisuk Senamuang. Rajevac adalah mantan pelatih Ghana di Piala Dunia 2010 yang kala itu dihuni Kwadwo Asamoah, Sulley Muntari, Andre Ayew, Asamoah Gyan, sampai Kevin-Prince Boateng.

BACA INI JUGA DONG: Panas Lihat Indonesia Rekrut Milla, Thailand Ikut-Ikutan Tunjuk Pelatih Dunia

Nah, Malaysia juga pastinya tak mau kalah. Namanya juga Malaysia, apa juga diklaim. Apalagi urusan pelatih sepak bola, pasti tak mau kalah juga mereka.

Negara yang suka di-nyinyir masyarakat Indonesia itu resmi menunjuk Nelo Vingada. Seorang pelatih asal Portugal yang jago berbahasa Portugal sejak kecil.

Vingada merupakan pelatih sarat pengalaman tapi cenderung tak tahan lama berada di sebuah tim. Dia sering gonta-ganti pasangan.

Tim yang dilatihnya banyak banget, macam driver GO-JEK kalau lagi cari pelanggan di depan kantor. Malaysia jadi tim ke-23 selama 35 tahun kariernya sebagai pelatih.

Pengalaman melatih timnas pernah dialaminya saat menangani Portugal (1993-1994), Arab Saudi (1996-1997), dan Iran (2013-2014) tapi sebagai asisten. Namanya memang tak terkenal-terkenal amat, waktu jadi pemain juga orang Indonesia pasti tidak ada yang mendengarnya.

Namun jangan dianggap remeh. Waktu melatih Arab Saudi, dia membawa timnya meraih Piala Asia 1996. Kemudian di level klub mampu membawa Zamalek meraih gelar Liga Primer Mesir dan Piala Super Afrika. Saat menangani FC Seoul juga dibawa juara K-League pada 2010.

Presiden PSSI-nya Malaysia, Tunku Ismail Sultan Ibrahim, memang ingin merekrut pelatih berpengalaman. Bukan sekadar melatih, tapi juga menjadi soko guru.

“Saya ingin pelatih sekaligus menjadi seorang guru. Dengan pengalaman dan usianya, kami melihat dia sebagai pelatih terbaik untuk membimbing tim nasional menuju kesuksesan,” ucap Tunku.

Saking seringnya jadi guru, meski bukan guru SD, Vingada kerap dijuluki “Sang Profesor” di dunia sepak bola. Dia siap memberikan ilmu-ilmunya buat warga Malaysia.

“Akan jadi kehormatan jadi pelatih tim nasional Malaysia. Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan saya tak sabar memulainya,” ucap Vingada.

Dengan ditunjuknya Vingada, praktis peta persaingan sepak bola ASEAN makin kompetitif. Thailand di bawah Rajevac, Malaysia di bawah Vingada, dan Indonesia di bawah arahan Milla. Mana yang lebih unggul? Semoga saja I-N-D-O-N-E-S-I-A!

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here