Duel Real Madrid dan Barcelona sudah seperti Pilkada DKI. Tak hanya perang di lapangan tapi juga di media massa serta media sosial. Bahkan para pemainnya sendiri yang pada saling nyinyir di akunnya masing-masing.

Terakhir, perseteruan ini membawa tim lain juga. Tim yang jadi kena getahnya itu adalah Malaga. Media rupanya iseng, tak cukup cuma dapat komentar dari kedua belah pihak. Mereka coba mancing-mancing ke klub lain yang jadi salah satu calon lawan Real Madrid.

La Liga menyisakan empat laga lagi, khusus Madrid lima laga karena ada laga tunda melawan Celta Vigo. Malaga bisa dibilang bakal jadi laga penentu karena jadi lawan terakhir Madrid. Jika poinnya sama terus, ditambah Madrid tiba-tiba kalah lawan Celta Vigo, maka penentuannya ada di Malaga.

Jika klub bernuansa biru muda kayak taksi Blue Bird itu melepas laga melawan Madrid, maka Barcelona siap-siap gagal mengangkat piala La Liga. Pelatih Malaga, Michel, jadi sasaran karena dia jebolan Madrid yang juga pernah memperkuat “Los Blancos“.

Michel pun mencoba menjawab normatif bin diplomatis. Dia berharap Madrid sudah juara sebelum bertemu timnya. Michel juga tetap bersikap sportif meski mengakui dirinya seorang Madridista. Namun, media bahkan publik Barcelona tetap saja mengira mereka akan bermain mata.

Tapi selama sudah sah menikah, bermain mata diperbolehkan. Bahkan mau pegang-pegang juga boleh asal sesuai dengan syariat agama.

Hal itu jadi bikin “KZL” Presiden Malaga, Abdullah Al-Thani, orang kaya banget asal Timur Tengah. Dia membalasnya lewat Twitter, dengan Barcelona.

“In sya Allah, Madrid akan kami kalahkan. Tapi sampah Catalan tak akan angkat trofi setelah kebohongan yang mereka sampaikan terkait Michel,” tulisnya, rada kejam.

Sampah yang dimaksud bukanlah sampah masyarakat apalagi sampah betulan yang banyak di Bantargebang. Melainkan media-media asal Catalan, Barcelona.

“Kata-kata ini ditujukan kepada media Catalan yang mengatakan Michel akan melepas pertandingan lawan Madrid. Tidak dapat diterima, kami tidak akan mengalah. Mereka harusnya meminta maaf atas apa yang mereka katakan soal Michel,” sambungnya.

Meski demikian, Barcelona rupanya ‘baper’ alias bawa perasaan. Mereka langsung melaporkan presiden Malaga itu ke Komite Anti-Kekerasan Olahraga Spanyol dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

“FC Barcelona menyampaikan penolakan dan kemarahan terhadap isi tweet presiden Malaga, Abdullah Al-Thani dengan sentimen menyerang prinsip fairplay, etika, dan legalitas. Klub melaporkan kasus ini kepada komite dan RFEF,” bunyi pernyataan Barca.

Nah lho, jadi semakin runyam kalau sudah begini. Lebih baik saling bermaafan saja, jangan saling men-judge nanti bisa terpecah kayak DKI Jakarta saat Pilkada lho.

Main photo credit: Buzz Eurosport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here