Oleh: Paundra Jhalugilang

Belum ada seminggu Marc-Andre Ter Stegen melakukan blunder konyol, kini kiper legendaris Italia yang sudah tua, Gianluigi Buffon, melakukan kesalahan serupa. Namun, publik masih memaklumi Buffon, berbeda cerita dengan Ter Stegen yang di-bully habis-habisan oleh media dan netizen.

Kiper berusia 38 tahun yang belum mau pensiun itu melakukan kesalahan fatal saat menghadapi Spanyol di babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Bola hasil umpan terobosan Sergio Busquets kepada Vitolo pada menit ke-55 sebenarnya bisa diantisipasi atau disapu bersih oleh Buffon. Namun, bola tersebut luput dari kakinya yang mulai keriput itu.

Vitolo yang tidak ada hubungan saudara dengan Rahmat Kartolo dengan mudah menceploskan bola yang sudah tidak ada penjaganya. Buffon kemudian meratapi nasibnya, mengapa kelucuan ini harus terjadi di Juventus Stadium.

Buffon harusnya hafal persis seluk beluk lapangan Juventus Stadium, mulai dari hawanya, bau tiang gawangnya, jumlah WC-nya, bahkan mungkin sampai hafal jumlah rumputnya helai per helai.

Untungnya, kapten tim lawan, Sergio Ramos, juga melakukan kesalahan di kotak penalti sehingga “Gli Azzurri” masih selamat nyawanya di depan publik sendiri. Skor 1-1 bertahan hingga peluit ditiup mulut bau sang wasit.

Bola yang nakal sehingga luput dari kaki Buffon. Credit by offside.co.id
Bola yang nakal sehingga luput dari kaki Buffon. Credit by offside.co.id

Nama Buffon memang sudah melegenda. Bahkan terbilang sebagai kiper terbaik dunia abad ini versi IFFHS (International Federation of Football History and Statistics). Dia jadi pemain paling banyak bermain di timnas Italia dengan 164 caps.

Di Juventus, tidak perlu ditanya. Sudah 588 pertandingan dimainkannya bersama “Nyonya Tua” sesuai dengan usianya sekarang yang semakin tua.

Rupanya, Buffon mengaku terlalu banyak pikiran saat menyambut bola dari Busquets. Dia gamang dalam mengambil keputusan, apakah langsung menghajar Vitolo, menyapu bola, melakukan operan, atau justru langsung pensiun secepatnya. Mungkin pikirannya juga tercampur dengan cicilan apartemen yang semakin meningkat.

Buffon akhirnya memilih untuk mengoper ke rekannya, tapi sayang bola berbentuk bundar itu luput dari kakinya. Gol konyol terjadi seperti blunder-blunder yang biasa kita lakukan saat main PES.

“Saya terlalu banyak berpikir saat akan membuang bola. Saya takut akan menerjang langsung ke arah Vitolo, jadi saya pikir akan melakukan operan kepada rekan saya. Tapi saat saya mencobanya, saya malah melakukan kesalahan yang sangat fatal,” ujar Buffon, mengaku dosa.

Ini bukan pertama kalinya bagi Buffon melakukan kesalahan tak perlu. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Sejago-jagonya Cherrybelle lipsync, pasti akan lupa lirik juga.

Sama halnya dengan Buffon. Mantannya Parma itu sudah jaga mistar sejak Gianluigi Donnarumma belum lahir. Selama itu Buffon juga pasti pernah melakukan kesalahan.

Pada Mei 2012, Buffon bahkan melakukan kesalahan lebih parah dari yang dilakukannya kemarin. Saat itu Juventus sudah unggul 1-0 atas Lecce hingga menit 85, tapi kiper jangkung itu melakukan kontrol bola yang kurang sempurna saat menerima backpass dari Andrea Barzagli yang mirip Raffi Ahmad.

Bola kemudian direbut Luis Muriel dan Juve akhirnya harus puas bermain imbang. Giorgio Chiellini bahkan sampai terjongkok-jongkok histeris saat melihat bola yang nakal itu gagal dikontrol dengan baik oleh Buffon. Lucunya, kesalahan itu juga terjadi di Juventus Stadium.

Kesalahan kocak lainnya saat menghadapi Atalanta pada 2005. Ini jauh lebih parah saat dia sama sekali gagal mengontrol bola hasil umpan backpass Lillian Thuram. Thuram pun terpaksa dinobatkan sebagai pencetak gol bunuh diri, sebuah prestasi yang jarang dialami Thuram pada masa itu.

Beruntung, gol tersebut terjadi pada menit injury time dan klub berkostum belang-belang zebra itu masih bisa menang 2-1.

Memang, usia tidak bisa menipu. Meski wajah tetap ganteng, tapi kulit-kulit Buffon yang mulai keriput mulai tampak. Wajahnya juga berubah, jauh berbeda dengan abang-abang jajanan SD yang mukanya masih gitu-gitu saja. Uban mulai muncul di mana-mana, penyakit asam urat senantiasa mengancam.

Bahkan masa puber kedua sudah terlihat tanda-tandanya saat Buffon ketahuan selingkuh dengan Illaria d’Amico hingga terpaksa bercerai dengan Alena Seredova yang sudah memberikan ‘buntut’ dua biji.

Gerakannya juga tak secepat dulu. Meski terkadang positioning dan refleksnya masih oke punya, tapi belakangan Buffon juga mulai luput saat menangkap bola.

Bagi para Juventini, pasti sering melihat dia tertangkap basah saat gagal menangkap bola dengan sempurna. Jelas ini situasi berbahaya karena striker lawan yang jauh lebih muda bisa memanfaatkan kesempatan itu.

Buffon dari masa ke masa. Semakin terlihat penuaannya. Credit by Bola.net
Buffon dari masa ke masa. Semakin terlihat penuaannya. Credit by Bola.net

Namun, semua itu tidak menyurutkan semangat Buffon untuk terus bermain. Meski sudah menua, pemain yang belum pernah membela Persela Lamongan itu tetap menargetkan Piala Dunia 2018.

Posisinya sebagai kiper utama timnas juga masih nyaman. Donnarumma yang 21 tahun lebih muda bagaikan bapak dan anak sepertinya masih butuh pengalaman.

Selama ini pula, Buffon juga tidak memiliki pesaing berarti di “Gli Azzurri“. Nama-nama seperti Marco Amelia, Federico Marchetti, Andrea Consigli, Cristian Abbiati, sampai Salvatore Sirigu berlalu begitu saja seperti gas ammonia alias kentut. Bahkan hanya sekadar pelengkap rasa seperti bawang di Indomie goreng. Sekadar melengkapi 23 nama pemain Italia.

Donnarumma yang sudah melakukan debut timnas meski belum 18 tahun digadang-gadang dapat meneruskan jejak Buffon. Bahkan jauh lebih muda dari Buffon yang melakukan debutnya di Italia saat berusia 19 tahun, pada 1997, saat itu Donnarumma juga belum lahir ke Bumi, bahkan dibikin saja belum.

Blunder gara-gara banyak pikiran.
Blunder gara-gara banyak pikiran.

paundraPaundra Jhalugilang

Penulis adalah pemuda harapan bangsa yang biasa-biasa saja. Bekas wartawan tanpa pengalaman yang melihat sepakbola dengan penuh pesona. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here