Villarreal resmi menobatkan diri menjadi juara Liga Europa musim ini usai meruntuhkan Manchester United lewat babak adu penalti yang cukup panjang. Meski sudah main sampai subuh waktu negara +62, Villarreal yang bergemuruh merayakan gelar juara.

Pertandingan ini memang harus memaksa sampai babak adu penalti setelah keduanya main seri 1-1. Gerard Moreno berhasil membawa Villarreal unggul lebih dulu di babak pertama lewat sebuah sentuhan lembut macam kue bolu talas bogor.

Sentuhan lembutnya tidak bisa dicegah oleh David De Gea. De Gea tampak terkecoh dikira tendangannya Moreno itu kencang, ternyata cuma dipoles doang.

MU baru bisa membalas di babak kedua lewat gol rada ribet dari Edinson Cavani. Kemelut terjadi di depan gawang Villarreal, tendangan asal-asalan Scott McTominay sempat diblok pertahanan Villarreal, namun Cavani dapat bola ‘nemu’ dan bisa langsung menyambarnya ke gawang Geronimo Rulli.

Skor 1-1 bertahan selama 90 menit, hingga akhirnya dilanjutkan ke babak tambahan waktu 2×15 menit. Namun di sana, kedua tim belum ada yang mau menang dulu. Mungkin memang sengaja ingin main sampai waktu subuh. Tanggung soalnya.

Benar saja, babak adu penalti kemudian dilanjutkan setelah dalam waktu normal dan tambahan masih 1-1. Penalti yang biasanya dilakukan 5-6 penendang sudah bisa dapat pemenangnya, ternyata harus sampai 11 penendang.

Alhasil, semua pemain kedua tim sama-sama menjadi algojo penalti. Soalnya, 10 penendang pertama Villarreal dan MU semuanya bisa masuk, tanpa ada yang gagal. Ini antara pemain-pemainnya yang jago atau kipernya yang rada-rada. Dari 10 tendangan enggak ada yang bisa ditepis.

Seluruh pemain sudah menendang, tibalah giliran kedua kiper menjadi algojo. Kiper Villarreal yang namanya kayak orang Indonesia, Rulli, sukses menjalankan tugasnya. Sementara De Gea gagal segagal-gagalnya.

Tendangan De Gea bisa ditepis oleh Rulli, alhasil Villarreal resmi menjadi juara Liga Europa. Kegembiraan sudah pasti terpancar dari wajah-wajah pemain “Kapal Selam Kuning”.

Pelatih Unai Emery, semakin melengkapi koleksi gelar Liga Europa sebanyak empat kali. Satu-satunya kegagalan Emery di final yakni waktu memegang Arsenal. Memang bapuk sekali itu Arsenal, bikin rusak profil Wikipedia Emery saja.

“Kami sangat bangga pada Villarreal. Saya pikir kami pantas juara. Manchester United [mendominasi] namun kami bermain sangat kompetitif malam ini,” ujar Emery dikutip dari Goal.

https://twitter.com/Pulisicate/status/1397681753066774535
SHARE
Previous articleInter Akhirnya Angkat Piala Setelah 120 Purnama
Next articleMercato Pelatih Seri A Lebih Seru dari Ikatan Cinta
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here