Inter Milan melanjutkan tren positif di Seri A sekaligus memberikan sinyal kalau mereka telah kembali tangguh. Hal itu ditunjukkan saat mengalahkan Crotone 2-0 meski sempat rada kesusahan pada menit-menit awal.

Main di Stadion Ezio Scida, markasnya Crotone, ternyata tak senyaman yang dibayangkan. Sudah cuacanya panas, lapangannya kering, berbentuk persegi panjang pula. Gawangnya pun ada dua.

Ternyata bukan cuma di Jakarta atau Surabaya saja yang matahari muncul dengan girangnya. Menyengat dan membakar kulit sampai matang, seakan enak buat dikasih kecap dan disantap.

Hal itu sempat dikeluhkan Luciano Spalletti bahwa anak asuhannya bermain di bawah standar. Entah standar miring atau standar dua.

Main panas-panasan memang tak biasa bagi para pemain Inter. Biasanya yang suka main panas-panasan itu bocah habis pulang sekolah. Main bola pakai gawang sandal atau tas sekolah.

“Kota ini sangat panas, lapangannya sangat kering sehingga memperlambat laju bola. Lalu angin yang kencang juga turut memengaruhi jalannya pertandingan,” ujar Spalletti, dikutip dari Liputan6. 

Makanya, beberapa kali Samir Handanovic harus jatuh-bangun berjibaku menghadapi serangan tujuh hari tujuh malam dari sang tuan rumah. Beruntung, Handanovic masih punya tangan yang cekatan menepis-nepis bola dari segala arah bak kipernya Shaolin Soccer.

Sampai pada akhirnya, gol yang ditunggu datang juga memasuki 10 menit terakhir pertandingan. Bek anyar bernama Milan Skriniar mampu melesakkan bola dengan asal-asalan.

Ya, pemain Inter yang bernama Milan itu memanfaatkan kemelut-kemelut enggak jelas di kotak penalti Crotone. Sudah ditendang-tendang tapi bola ternyata balik ke dia lagi, kali ini dia menendangnya tanpa alasan. Gol, kiper Crotone yang sama enggak jelasnya cuma bisa diam tertegun malu.

I Nerazzurri” makin menambah keunggulan kali ini lewat Ivan Perisic. Golnya biasa-biasa saja, yang tak biasa gerakan kipernya. Malah setengah berlutut, bukannya beraksi jatuh-jatuhan biar kelihatan kerja, dia malah berlutut. Enggak jelas.

Ini merupakan kemenangan keempat timnya Spalletti. Empat laga dan empat-empatnya menang. Luar biasa, biasa di luar!

“Setelah jeda, kami mulai terbiasa. Handanovic tampil istimewa dan pemain lainnya tidak menyerah untuk berusaha mencetak gol. Hasil dari laga ini membuktikan kalau Inter Milan adalah tim yang solid dan bisa beradaptasi dengan cepat,” tambah Spalletti, tersenyum girang.

Main photo: Squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here