Paris Saint-Germain akhirnya memastikan diri keluar sebagai juara Grup H usai membantai Istanbul Basaksehir di laga tunda. Meski bertajuk “No Racism”, tetap saja Basaksehir dibantai dengan skor 5-1.

Mbok ya jangan sampai segitu banyak lah skornya. Kan ibaratnya ini pertandingan damai karena sedang memperingati aksi melawan rasisme di sepak bola.

Seperti diketahui dan ramai dibicarakan orang, laga PSG melawan Basaksehir harusnya dilaksanakan kemarin. Berbarengan dengan laga Manchester United melawan Leipzig yang akhirnya MU tidak lolos dari grup neraka itu.

Gara-gara ada satu wasit konyol yang berkata rasis kepada Pierre Webo, asisten pelatih Basaksehir, laga pun ditunda karena para pemain Basaksehir dan PSG memilih untuk meninggalkan lapangan atau walk out.

Pertandingan sempat mau dilanjutkan kemarin. Namun PSG dan Basaksehir menolak karena wasit Sebastian Coltescu yang tadinya bertugas sebagai wasit keempat digeser ke petugas VAR. Para pemain tetap tidak mau jika Coltescu masih terlibat di laga ini.

https://twitter.com/brfootball/status/1336787371447218183

Akhirnya, pertandingan digeser sampai ke hari ini. Dan terjadilah pembantaian yang tak diinginkan Basaksehir ini.

PSG memang sudah dipastikan lolos. Namun mereka perlu satu tempat nyaman di 16 besar untuk menghindari lawan-lawan berat macam Bayern Muenchen, Manchester City, Real Madrid, Liverpool, hingga Juventus.

Basaksehir juga sudah dipastikan gugur dan tidak bisa lolos ke Liga Malam Jumat. Jadi laga ini ya semacam sekadar have fun cari hiburan saja.

Neymar menjadi aktor kemenangan ini dengan memborong tiga gol. Disusul Kylian Mbappe dengan dua gol. Jadi dari segitu banyak pemain PSG, cuma dua orang saja yang mencetak lima gol mereka. Kemaruk sekali.

Sedangkan Basaksehir cuma mampu membalas lewat Mehmet Topal. Sebuah gol ala-ala atau sekadar formalitas saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here