Manchester City sepertinya harus mulai mengurungkan niatnya mempertahankan gelar Liga Primer musim ini. Melawan tim medioker seperti Manchester United saja, City keok 1-2 di depan warganya sendiri.

City sepertinya sudah pede bisa mengalahkan tetangganya itu yang lagi cemen. Nyatanya, mereka malah ketinggalan 0-2 duluan.

Pertama lewat penalti Marcus Rashford setelah dia dilanggar oleh pemain City. Usai wasit melihat tayangan CCTV, Bernardo Silva kedapatan melakukan pelanggaran.

Penalti dilakukan sendiri oleh Rashford. Bola ditembak ke sebelah kanan, sedangkan kiper Ederson geraknya ke arah sebaliknya. Masih kurang beruntung dalam menebak tendangan tersebut. Mungkin besok-besok bisa tanya Roy Kiyoshi.

Hanya berselang enam menit, City kebobolan lagi. Kali ini lewat tendangan Anthony Martial yang tak disangka-sangka.

Ederson sepertinya tak menduga Martial melepaskan tendangan ke sisi tiang dekat. Padahal sudah dihalangi barisan pertahanan City tapi bola masih lolos juga.

Di babak kedua, barulah City bisa memperkecil ketinggalan. Itu juga sudah menit ke-85, dari situasi bola mati pula. Nicolas Otamendi mencetak gol lewat sundulan kepala bagian depan dan menghujam gawang David de Gea.

Sayangnya gol itu tak mampu menyelamatkan City dari kekalahan. Mereka kini tertinggal jauh banget dari Liverpool, yakni 14 angka. Bahkan harus rela disalip Leicester City di tempat kedua. Ternyata City itu bodoh sekali, Yang Mulia.

Pep Guardiola mengaku kesulitan meredam kecepatan serangan tetangganya itu. MU secara konstan mengekspos the Citizens dalam serangan balik di Etihad Stadium, yang membantu tim tamu unggul dua gol dalam kurun 30 menit pertama. 

“Kami kecolongan lebih banyak ruang — tidak lebih banyak dari biasanya, tapi lebih banyak dibanding tahun lalu lawan United. Kami tahu kecepatan yang mereka miliki, dengan James, Martial dan Rashford, tapi kadang mustahil mengendalikannya,” ujarnya.

Sementara Ole Gunnar Solksjaer, bakal mengingat terus kemenangan ini. Memang rada lebay, atau karena sudah jarang menang jadinya menang sekali saja langsung diingat-ingat.

“Kami akan mengingat kemenangan ini. Kami terlihat begitu berbahaya ketika kami menguasai bola dan menyerang melawan tim yang mungkin terbaik di dunia,” ucap Ole dikutip Detik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here