Klub Premier League yang bergelimang harta yaitu Manchester City akhirnya ikut meramaikan bursa transfer musim panas ini. Orang kaya memang begitu, setelah liat Cristiano Ronaldo diboyong ke Juventus, mereka juga tak mau kalah memamerkan kekayaan dengan merekrut Riyad Mahrez.

City bahkan memecahkan rekor klub untuk urusan pembelian pemain ketika memboyong pemain yang berwajah tampan bernuansa timur tengah itu. Total biaya senilai 60 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,1 triliun dikeluarkan manajemen City untuk menebus sang pemain.

Itu merupakan bukti kalau City merupakan tim sukses. Bukan tim sukses pemenangan calon pemimpin daerah tertentu atau presiden. Tetapi sukses dalam arti berprestasi di kompetisi sepak bola bergengsi.

Sayangnya, berita perekrutan besar ini seolah tertutup oleh kabar pembelian Ronaldo oleh Juventus. Bahkan info soal Prancis masuk final Piala Dunia saja kalah. Belum lagi tertutup oleh kabar menggembirakan dari Nikita Mirzani yang sudah memutuskan untuk berhijab. Alhamdulillah. 

Mahrez nantinya akan dikontrak selama lima tahun dan mengenakan nomor punggung 26. Nomor tersebut sama seperti yang ia gunakan saat bersama Leicester City. Mungkin Mahrez maunya pakai tahun kelahiran dirinya yaitu 1991. Tapi terlalu panjang kalau dijadikan nomor punggung. Paling-paling hanya dia gunakan untuk jadi alamat e-mail atau akun Facebook saja.

Pemain asal Aljazair ini mengalahkan rekor sebelumnya yang dimiliki oleh Aymeric Laporte saat datang dari Atheletic Bilbao seharga 57 juta pounds pada bursa transfer Januari lalu. Mahrez juga menjadi pembelian pertama City sejak menjuarai Premier League musim kemarin.

Kabar kepindahan Mahrez sebenarnya telah berembus kencang sejak bursa transfer musim dingin yang lalu. Namun saat itu kesepakatan gagal tercapai antara kedua klub. Entah kenapa bisa gagal transfer. Mungkin handphone-nya bergeser sehingga sinyal infra-red jadi terganggu.

“Saya sangat senang bergabung dengan Manchester City. Tim ini memainkan sepak bola luar biasa di bawah asuhan Pep Guardiola,” kata Mahrez dikutip dari Liputan6.

“Menyaksikan permainan Manchester City merupakan hal yang menyenangkan. Pep Guardiola berkomitmen memainkan sepak bola menyerang dan itu cocok untuk saya. Performa tim ini sungguh hebat pada musim lalu,” ujar Mahrez.

https://twitter.com/LGDFennec/status/1016776156903825409

Perekrutan Mahrez ini juga menunjukan bahwa City memang benar-benar sukses secara finansial dan prestasi. Hal tersebut juga menegaskan bahwa sepak bola modern ini bukan posisi yang menentukan prestasi seperti zaman sekolah dulu. Kekayaan jelas bisa mendatangkan kejayaan.

Kalau klub seperti Bournemouth dibeli orang kaya macam Kanjeng Dimas yang uangnya katanya tidak habis-habis, bisa jadi mereka yang berjaya di Premier League.

Kedatangan Mahrez ke klub ‘tetangga yang berisik’ itu juga disambut oleh petinggi City. Txiki Begiristain memuji kualitas pemain Aljazair itu.

“Selama beberapa tahun terakhir, Mahrez menjadi pemain hebat di Premier League. Kami yakin dia akan memberikan tambahan kualitas kepada skuad kami,” ujar Begiristain.

Mahrez sendiri merupakan pemain terbaik Premier League pada saat Leicester secara mengejutkan memenangkan gelar liga di musim 2015/2016. Ia mencatatkan 48 gol dari 179 penampilannya bersama “The Foxes”. Pemain 27 tahun ini hanya diboyong senilai 400 ribu poundsterling ketika didatangkan Leicester dair Le Havre pada 2014.

https://twitter.com/Sporf/status/1014114829257396224

Main photo: Sports Illustrated

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here