Hawa-hawa puncak nampaknya terasa makin dingin untuk Real Madrid. Puncak klasemen La Liga maksudnya, bukan puncak yang banyak “kang villa” dan “kang pila” dengan senter mati nyala. Kemenangan 2-0 atas Espanyol membuat Madrid mantap di puncak klasemen.

Sebelumnya Barcelona yang sepertinya menggunakan windbreaker karena kedinginan di puncak, harus kena tekel dalam dua pertandingan belakangan. Imbang tanpa gol kontra Sevilla dan terakhir ditahan 2-2 oleh Celta Vigo yang langganan jadi tukang tekel Barcelona memang.

Sementara itu di kubu lawan, Madrid terus melenggang dengan perlahan meraih kemenangan. Tipis, tipis kotroversi VAR, tahunya kini sudah di pucuk klasemen La Liga dengan keunggulan dua poin.

Kemenangan dan keunggulan dua poin jelas jadi modal berharga bagi Madrid yang musim ini sedang trek-trekan lawan Barcelona, dengan enam laga yang tersisa.

Meski saat ini berada di atas angin, si bocin a.k.a botak licin Zinedine Zidane, tak mau jumawa, sombong, pamer-pamer di media sosial, lalu bikin “Sebuah utas” di Twitter.

“Saya tidak mau berandai-andai kami menjuarai LaLiga, persaingan baru akan ditentukan di hari terakhir (musim),” kata Zidane seperti dikutip Detik.

“Lihat saja betapa sulitnya bermain melawan tim papan bawah. Di liga ini Anda takkan pernah bisa tahu apa yang akan terjadi,” ucapnya.

Lawan Madrid di laga itu memang sebenarnya kuncen alias juru kunci La Liga yang menempati posisi paling bawah.

Namun Madrid yang mendominasi penguasaan bola nyatanya kesulitan untuk membuat peluang. Hanya enam tembakan yang mampu diciptakan Madrid sepanjang laga berbanding lima milik tuan rumah.

Beruntung Madrid mampu mengubah satu peluang tersebut menjadi gol di menit 45+1. Umpan backheel cantik dari Karim Benzema di muka gawang, mampu dicebok oleh Casemiro dengan tendangan keras.

Kemenangan membuat “Los Blancos” kini mengumpulkan 71 poin dari 32 pertandingan, unggul dua poin dari Barcelona di posisi kedua.

Main photo: @brfootball

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here