Real Madrid kembali meraih hasil kurang mengenakkan saat menjamu tim papan tengah, Deportivo Alaves. Mereka dipermalukan 1-2 di kandangnya sendiri. Ngadi-ngadi saja ini Madrid, mau coba-coba cosplay jadi tim medioker apa gimana.

Los Blancos” sudah dua laga gagal meraih kemenangan di La Liga. Setelah dibantai Valencia 1-4, mereka main imbang 1-1 dengan Villarreal. Melawan Alaves dikira bisa meraih poin, boro-boro satu poin, malah enggak dapat sama sekali.

Baru berjalan empat menitan, Alaves sudah dapat voucher penalti. Padahal Madrid yang sebenarnya berharap besar dapat voucher tersebut. Biasanya kan suka dikasih.

Nacho tertangkap basah kena handball usai memblokade sundulan Victor Laguardia. Lucas Perez tak mau menyia-nyiakan peluang yang enak disantap ini.

Madrid mencoba membalas kebobolan tersebut namun usahanya belum maksimal. Ada sebuah peluang enak dari Toni Kroos, tapi malah dipentokin ke kiper sampai dua kali.

Luar biasa juga ini kiper Fernando Pacheco. Bisa melakukan double saves setara dengan kemampuan Raffi Ahmad saat jadi kiper membela Selebritis FC.

Di babak kedua, Madrid kebobolan lagi. Kali ini buah kebodohan kiper jangkung Thibaut Courtois yang memberikan assist cantik kepada Joselu.

Courtois ini kurang minum Aqua apa gimana, jelas-jelas Joselu ini pakai baju ada corak garis birunya, beda dari baju rekan-rekannya. Masak lawan sendiri dioper. Benar-benar impostor sekali ini Courtois.

Madrid ini bersyukur tidak dibantai oleh Alaves. Soalnya Alaves punya dua peluang matang banget namun gagal dimaksimalkan. Kebayang kan tim sebesar Madrid dibantai 0-4.

Untung saja hal itu tak terjadi. Bisa makin pusing itu Madridista. Dan kebetulan Casemiro bisa memperkecil kedudukan di akhir-akhir laga. Setidaknya enggak malu-maluin amat kalahnya 1-2. Meski tetap saja kalah.

Hasil-hasil jelek ini biasanya bisa langsung muncul tagar #ZidaneOut. Tagar-tagar itu memang muncul ditujukan kepada pelatih yang gagal membuat performa bagus timnya.

Madridnya Zidane musim ini memang masih lembek banget. Baik di La Liga, maupun Liga Champions. Di Liga Champions saja mereka masih di posisi kedua klasemen grup kalah dari Borussia Moenchengladbach.

“Saat Anda memulai permainan seperti itu, semua orang menjadi rumit. Kami belum fokus. Kami tidak akan mencari-cari alasan. Kami memainkan permainan buruk. Saya pelatih dan saya yang harus disalahkan,” ujar Zidane yang pernyataannya begitu terus dari sebelum negara Corona menyerang.

SHARE
Previous articleSeri Lagi di Seri A, Biancoseri Gagal Berseri-seri
Next articleTim Sultan Tertahan, Tapi di Puncak Masih Bertahan
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here