Real Madrid sepertinya benar-benar gembel banget tanpa adanya Cristiano Ronaldo. Sudah dua tahun sepeninggal abang Ronaldo, Madrid terseok-seok di Liga Champions, lolos ke perempat final saja sulit.

Apalagi musim ini, mereka berada di posisi tiga penyisihan grup B, kalah dari tim sekelas Borussia Moenchengladbach dan Shakhtar Donetsk. Memang sih, Madrid masih berpeluang lolos bahkan masih bisa jadi juara grup sekalipun.

Namun tetap saja, kondisi ini terbilang aneh. Hanya tujuh poin dari lima laga. Bukan tidak mungkin juga mereka gagal lolos atau terjun ke kasta Liga Malam Jumat.

Pada laga terakhirnya melawan Shakhtar, Madrid lagi-lagi terundung. Pada pertemuan pertama mereka takluk 2-3. Di pertemuan kedua kalah lagi 0-2. Maunya apa ini Madrid. Mungkin berasa sudah paling banyak mengoleksi trofi UCL, jadinya santai.

Saat melawan Shakhtar saja, Zinedine Zidane menurunkan Lucas Vazquez sebagai bek kanan. Sok banget ini Zidane. Tapi ya suka-suka dia lah, pasti ada alasannya.

https://twitter.com/brfootball/status/1333897946581135361

Yang jelas, Madrid benar-benar terpukul sekali di laga ini. Gol pertama Shakhtar terjadi akibat kesalahan antisipasi dan miskom bek-bek Madrid, Ferland Mendy dan Raphael Varane.

Mendy maksud hati memotong umpan terobosan pemain Shakhtar, bola mengarah ke Varane. Eh, Varane malah menghindar. Dikira lagi main galasin kali ya.

Bola tanggung hasil assist Mendy itu kemudian dicocor Dentinho yang tiba-tiba coming from behind. Terjadilah gol yang tak diinginkan warga Madrid itu.

Pada menit ke-80-an, Shakhtar menambah gol lagi. Manor Solomon mampu membobol gawang Thibaut Courtois dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Bola bersarang ke pojok kanan gawang Courtois yang berhidung panjang.

Melihat hasil ini, Zidane pun menolak menyerah. Dia tidak mau mengundurkan diri karena melihat timnya masih punya potensi.

“Saya tidak akan mengundurkan diri, (itu) tidak ada gunanya,” kata Zidane dikutip dari Detik.

“Kami sangat bagus di babak pertama, tapi kami gagal mencetak gol. Kami menekan dengan baik, bermain bagus … Bola tidak ingin menjadi gol. Kami memiliki peluang, (kami membentur) tiang … dan kemudian segalanya menjadi rumit.”

“Saya masih kuat dan akan memberikan segalanya. Saya pikir kami pantas menang. Kami punya peluang. Kami tidak bisa membiarkan kepala kita terus menunduk. Ini hasil yang buruk, tapi kita harus terus maju,” jelas pelatih asal Perancis ini.

Di laga lain, Inter mampu menundukkan Gladbach sehingga situasi di grup ini kian semrawut. Mirip saat macet menjelang buka puasa.

Bahkan sampai ada 10 peluang yang bisa terjadi di laga ini. Benar-benar ribet.

Soalnya, semua tim masih berpeluang lolos dan juga tidak lolos. Pada laga terakhir, Gladbach akan bertemu Madrid dan Shakhtar bertemu Inter. Siapapun yang menang kemungkinan bakal lolos ke 16 besar.

https://twitter.com/NabilSalim_/status/1333929599097593860

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here