Real Madrid sukses mengulang skor final Liga Champions 2018 dengan menundukkan Liverpool 3-1. Skor ini benar-benar di-copas saja seperti waktu final tiga tahun silam. Namun bedanya, kali ini terjadi di leg pertama perempat final.

Madrid yang tampil oke dan percaya diri memang langsung menggeberak pertahanan Liverpool sejak awal. Buktinya belum ada setengah jam Madrid sudah unggul lewat Vinicius Jr. Vinicius ini tampak kesurupan Cristiano Ronaldo karena main keren di laga ini.

Giliran lawan Liverpool saja mainnya semangat banget. Giliran di La Liga lembut banget macam bolu Lapis Tales Bogor. Kurang gereget gimana gitu.

Vinicus menerima umpan panjang dari Toni Kroos yang dengan mudah menceploskan bolanya ke gawang Alisson Becker yang pada malam itu kembali pakai kumis jadi mirip David Seaman.

Tak lama kemudian, bek Liverpool berinisial TAA berbuat kesalahan rada bodoh dengan melakukan sundulan backpass ke Marco Asensio. Maksudnya sih memotong operan panjang Ferland Mendy, tapi malah kasih assist manis buat Asensio.

Mohamed Salah sempat memperkecil kedudukan di babak kedua jadi 2-1 setelah menerima bola liar dari tendangan rekannya yang sempat diblok lawannya. Salah lalu dengan sigap memanfaatkan bola liar tersebut untuk dimasukkan ke gawang. Selamatlah Liverpool dapat gol tandang.

Sayangnya, skor 2-1 tak bertahan sampai bubaran. Vinicius kembali mencetak gol pada menit ke-65 setelah mendapat umpan standar dari Luka Modric. Golnya juga cukup standar dan sederhana, tapi kok ya Liverpool begitu saja mudah banget dibobol. Ya namanya juga Liverpool.

Pelatih Juergen Klopp bukannya mawas diri malah cari-cari alasan kalau stadion sementara Madrid itu enggak layak dipakai.

“Pasti menjadi misi yang sulit bagi Real Madrid di Anfield [leg kedua], dengan atau tanpa suporter,” kata Klopp usai laga semalam, dikutip Goal.

“Malam ini sangat aneh, sangat sulit, situasi yang berbeda dengan stadion. Paling tidak Anfield adalah stadion yang layak dan itu akan bagus untuk kami.”

Sebaliknya Zinedine Zidane, bodo amat dengan ucapan Klopp itu. “Stadion Alfredo Di Stefano adalah stadion kami dan kami bangga dengan itu,” katanya.

SHARE
Previous articleInter Makin Jauh, Auto-scudetto Nih….
Next articleCity Belum Terlalu Mulus, Pepnya Masih Belum Tulus
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here