Parma akhirnya bisa bernapas lega jelang dimulainya Serie A musim 2018/2019 bergulir. Setelah sebelumnya diberikan hukuman pengurangan 5 poin, Parma akhirnya terbebas dari sanksi tersebut. Penghapusan hukuman itu terjadi setelah mereka melakukan banding kepada Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Musim 2018/2019 Serie A menandai kembalinya Parma ke pentas tertinggi kompetisi di Italia. “Gialloblu” mendapat jatah promosi dengan status peringkat kedua Serie B di musim sebelumnya.

Perjuangan Parma untuk ‘comeback’ dimulai sejak tahun 2014 lalu. Kala itu mereka terlempar ke Serie D setelah mengalami kebangkrutan alias ‘ora duwe duit’. Namun, mereka langsung bangkit dan selalu berhasil promosi satu tingkat ke atas hingga pada musim lalu berhasil kembali ke Seri A.

Sayangnya, meski berhasil promosi ke Seri A, Parma belum pernah melakukan promosi di supermarket macam Giant, Hypermart, Carefour, sampai Yogya Departement Store. Sungguh disayangkan karena emak-emak pencari diskonan jadi tidak tahu siapa itu Parma.

Namun usaha Parma untuk mentas di gelaran kompetisi tertinggi Italia tidak semulus kulit Pevita Pearce. Sebelum kompetisi dimulai, mereka sudah dijatuhi sanksi potongan poin dari FIGC. Beda dengan potongan harga yang menyenangkan, Parma mendapatkan potongan lima poin untuk musim mendatang.

Potongan tersebut bukan tidak beralasan, sebab sebelumnya salah satu pemain mereka tersangkut kasus ‘SMS’ nakal. Memang katanya gara-gara SMS saja, bojoku bisa minggat.

SMS tersebut diduga berkaitan dengan pengaturan skor kala Parma bertemu dengan Spezia di musim lalu. Investigasi pun dilakukan dimana pemain Parma, Emanuele Calaio, diduga sebagai pelaku pengaturan skor yang namanya tidak disamarkan.

Calaio diketahui mengirimkan pesan kepada dua mantan rekannya yaitu Filippo De Col dan Claudio Terzi. Isi pesan tersebut kurang lebih mengatakan agar kedua pemain tersebut jangan bermain terlalu serius macam sedang ujian CPNS saat melawan Parma.

https://twitter.com/TerraceLife_/status/1027108211332182017

Pesan singkat tersebut dicurigai berpengaruh pada kemenangan Parma atas Spezia yang juga memengaruhi posisi akhir Parma di Serie B. Pihak Parma sendiri membuat pembelaan bahwa pesan yang dikirimkan pemainnya tersebut hanyalah sekadar bercanda saja.

FIGC pun menjatuhkan Parma hukuman tersebut kepada Parma beberapa waktu yang lalu. Namun setelah melakukan banding, Parma bisa tersenyum semringah sebab FIGC menghapus hukuman tersebut.

Hal ini berarti Parma bisa mengawali musim sama seperti tim-tim Serie A lainnya. Poin Parma akan dimulai seperti saat mengisi bensin Pertamina alias “Dimulai dari nol ya”.

Selain itu Calaio yang sebelumnya mendapat skors bermain selama dua tahun juga dikurangi menjadi empat bulan saja. Meski begitu “Gialloblu” tetap dikenakan denda sebesar 20 ribu euro atau sekitar 333 juta rupiah.

“Kami meminta fan untuk percaya dan selalu dekat dengan klub. Mereka kini bisa bangga seperti halnya kami, sebagai klub yang terlahir kembali dari kehancuran total,” kata Luca Carra, Managing Director Parma, dikutip dari BolaSport.

Pada bursa transfer musim panas ini Parma dapat dikatakan salah satu yang aktif. Terbaru, mereka mendapatkan tiga pemain muda Inter Milan yaitu Alessandro Bastoni, Federico Di Marco, dan Jonathan Biabiany. Hanya Biabiany yang didatangkan dengan status permanen, sementara sisanya merupakan pemain pinjaman.

Selain ketiga pemain Inter tersebut, Parma sukses merekrut tujuh pemain secara gratis.

https://twitter.com/FootyAccums/status/1001036405894762497

Main photo: readseriea.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here