Final “ideal” Lyon vs Leipzig akhirnya gagal terwujud. Kedua klub kuda hitam itu cuma bisa sampai semifinal. Setelah PSG membantai Leipzig 3-0, giliran Bayern Muenchen yang membantai Lyon dengan skor yang sama.

Bayern seolah tak mau kalah dari PSG, biar seolah masuk final menunjukkan kekuatan yang sama. Makanya Lyon dibantai juga 3-0. Setidaknya Lyon masih lebih baik 5 gol daripada Barca yang dibantai sampai angka delapan.

Setidaknya, inilah final yang benar-benar ideal. Meski PSG masuk final cuma mengalahkan lawan-lawan ‘cetek’, tapi secara komposisi pemain cukup seimbang.

Bayern mengaku cukup beruntung bisa tidak kebobolan di menit awal saat melawan Lyon. Lyon ini memang hobi banget membobol gawang lawan pada menit awal sehingga memudahkan mereka buat bertahan.

Saat lawan Juventus, dua kali mereka unggul duluan. Melawan City juga begitu. Tapi lawan Bayern magisnya tidak berjalan. Mungkin dukunnya kurang tokcer.

Padahal, Memphis Depay sudah mendapat peluang rendang bercampur bakwan. Berhadapan satu lawan satu dengan Manuel Neuer, tendangannya masih melenceng. Andai gawangnya digeser sedikit ke kiri beberapa kilo meter, pasti belum tentu bisa gol.

Sebaliknya justru Bayern yang bisa bikin gol keren lewat Serge Gnabry. Setelah melakukan aksi individu, dia melepaskan tendangan kaki kiri bercokol di pojok kiri gawang Anthony Lopes.

Selang beberapa menit kemudian, Gnabry menggandakan keunggulan lewat bola nemu. Harusnya Robert Lewandowski yang bikin gol, tapi tendangan depan congor gawang gagal disepak, untung bola liar bisa disambut Gnabry.

Namun, Lewandowski membayar kesalahannya dengan mencetak gol ketiga. Sundulan towering header sukses bersarang di sudut gawang sebelah kanan Lyon.

Pelatih Hans-Dieter Flick mengaku senang dengan keberhasilan timnya yang lolos ke final setelah beberapa tahun lamanya. Namun, dia mengkritik kinerja lini belakangnya yang masih rada amburadul. Suka heboh sendiri macam netizen melihat video Zara Adhisty.

“Lyon memiliki karakter yang kuat dan main bagus lawan Juventus dan City. Kami hampir kebobolan di awal laga. Kami sudah tahu tidak boleh kehilangan bola dengan mudah tapi kami masih melakukannya. Kami harusnya bisa bertahan lebih baik,” ujar Flick.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here