Laga Inter melawan Cagliari pada laga lanjutan Serie A beberapa pekan lalu ternodai sebuah insiden saat suporter tuan rumah melakukan tindakan rasisme kepada Romelu Lukaku. Presiden Inter, Steven Zhang, menegaskan bahwa klubnya menentang hal-hal sejenis.  

Saat itu Inter Milan bertemu dengan Cagliari pada pekan kedua Serie A di Sardegna Arena. Saat kedudukan imbang 1-1, Inter kemudian mendapatkan tendangan penalti.

Lukaku lantas mengambil tendangan 12 pas tersebut. Saat akan melakukan eksekusi, terdengar suara-suara binatang dari arah belakang gawang. Bukan suara nyamuk apalagi suara semut yang entah ada suaranya atau tidak.

Padahal bukan kebun binatang di belakang gawang melainkan tribun pendukung tuan rumah. Mereka menirukan suara hewan ke arah Lukaku yang bersiap mengambil tendangan.

Lukaku sendiri akhirnya tak terganggu dengan tindakan rasis tersebut dan mampu mengeksekusi penalti dengan sempurna.

Hal itu lantas menjadi perhatian karena pada sepak bola modern seperti ini, hal-hal seperti itu sudah sepantasnya tak terjadi lagi di mana pun.

Kampung sekali. Karon alias norak. Apalagi kalau sampai turun tribun lalu menyerang suporter lawan yang sedang ‘away’ seperti yang terjadi di sebuah laga kualifikasi Piala Dunia 2022.

https://twitter.com/brfootball/status/1171141381894496256?s=20

Setelah jeda internasional, Inter sendiri akan kembali menjalani laga Serie A dengan menjamu Udinese di Guiseppe Meazza.

Pihak klub berharap bahwa kejadian serupa tak pernah terulang lagi. Selain itu Inter juga menegaskan bahwa mereka berjuang dan mengambil posisi menentang tindakan rasis, diskriminasi, ataupun hal sejenis.

“Dalam DNA klub, kami berkomitmen untuk terus memerangi kekerasan, rasialisme, dan semua bentuk diskriminasi lainnya,” kata Presiden Inter, Zhang dikutip dari Liputan6.

“Menurut saya, dalam hal ini, sepak bola harus menjadi contoh yang bisa mendidik orang di seluruh dunia tentang betapa buruknya dampak rasialisme itu,” tambahnya.

Zhang menjelaskan bahwa Inter sendiri didirikan berdasarkan semangat keanekaragaman. Ia menilai bahwa hal-hal seperti rasisme hanya akan membawa kemunduran bagi dunia sepak bola.

“Inter didirikan berdasarkan inklusifitas dan internasionalitas. Kami selalu terbuka untuk orang-orang dari semua budaya, kebangsaan dan warna kulit,” ujar Zhang.

“Saya berharap kasus rasialisme akan berkurang atau bahkan hilang, baik di Italia atau di seluruh dunia. Sepak bola pasti lebih maju dan menyenangkan tanpa rasialisme,” tandasnya.

https://twitter.com/TrollFootball/status/1171061795206729733?s=20

Main photo: @bbcsport

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here