Inter Milan alias Atalanta KW gagal melangkah ke babak 16 besar Liga Champions. Boro-boro 16 besar, ke Liga Malam Jumat saja pun tak mampu. Hal itu diraih Inter setelah hanya main imbang 0-0 lawan Shakhtar Donetsk.

Sebenarnya peluang Inter buat lolos masih cukup terbuka. Meski tidak terbuka-terbuka amat. Ibarat daun pintu, masih terbuka setengah lah. Tinggal didorong saja.

Namun Inter tak mau memanfaatkan celah pintu tersebut. Padahal tinggal butuh kemenangan satu gol saja. Kalau bisa cetak satu gol saja, mereka dipastikan lolos.

Grup B ini memang epic. Semua tim masih berpeluang lolos sampai laga terakhir bahkan terdapat sembilan kemungkinan atau skenario posisi akhir. Semua tim juga masih berpeluang masuk Liga Europa. Luar biasa sekali ini Grup B.

Ternyata takdir memilih Real Madrid dan Gladbach ke 16 besar, dengan Shakhtar ke Liga Europa. Sementara Inter? Tidur di rumah saja. Balik ke Italia, biar lebih fokus di Seri A. Begitulah katanya Interisti.

Sayangnya, mencetak satu gol ternyata tak semudah masak air biar mateng. Selama 90 menit mereka kesulitan mencetak gol ke gawang Shakhtar. Ada saja hambatannya.

Mulai dari mentok tiang gawang, digagalkan pemain lawan, sampai digagalkan teman sendiri. Ya betul, di Inter ternyata ada yang berperan sebagai double agent atau impostor.

Siapa kah dia? Jawabannya Romelu Lukaku.

Lukaku yang biasanya jadi pahlawan kali ini mungkin “disogok” Shakhtar supaya bisa jadi agen ganda. Pada menit-menit terakhir, Inter berpeluang mencetak gol pamungkas.

Sebuah gol yang mampu meloloskan mereka ke 16 besar dan menghindari bully-an netizen. Sebuah sundulan dari Alexis Sanchez sudah mengarah ke gawang yang 95% gol.

Namun, di sana berdiri kokoh Lukaku macam patung Pancoran. Entah apa yang dia lakukan di depan gawang Shakhtar. Bola sundulan Alexis pun membentur kepalanya dan menggagalkan peluang gol tersebut. Astaga Nagrek!

Terang saja hal itu bikin Interisti kesal bukan kepalang. Andai saja ketemu langsung, pasti sudah dikeplak itu kepala Lukaku.

Akibatnya, Inter harus menerima tugasnya sebagai kuncen Grup B. Ini merupakan hasil terburuk Inter dalam tiga tahun terakhir kelolosannya ke Liga Champions. Bahkan mungkin dalam 10 tahun terakhir setelah mereka treble yang dibangga-banggakannya itu.

“Saya melihat para pemain memiliki determinasi. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Sayangnya kami gagal mencetak gol setelah mendominasi pertandingan ini,” ujar Antonio Conte.

Selamat ya, Inter! Bisa kembali lolos ke….. Seri A.

https://twitter.com/goal/status/1336790724944203787

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here