Lagi, lagi, dan lagi, Sevilla membuktikan diri sebagai abang-abangan di kompetisi Liga Malam Jumat alias Europa League. Pada partai puncak yang digelar di RheinEnergieStadion, Sevilla menang dengan skor tipis 3-2 atas Inter Milan.

Laga ini sendiri memang sebelumnya sudah diprediksi akan berjalan seru. Maklum, Sevilla datang dengan reputasi abang-abangan dengan juara di lima edisi. Sementara Inter untuk pertama kali kembali ke final kompetisi Eropa setelah 10 tahun.

Benar saja, pada menit kelima, Inter sudah unggul terlebih dahulu lewat penalti Romelu Lukaku. Satu gol lagi, Lukaku akan menjadi pencetak gol terbanyak Europa League musim ini.

Namun Sevilla merespon cepat lewat tandukan Luuk de Jong ala jurusnya Polandia di Super Shot Soccer yaitu sundulan terbang rendah menyusur tanah.

Bahkan Sevilla berbalik unggul di menit ke-33 lewat De Jong yang lagi-lagi mencetak gol lewat sundulan. Baru pakai kepala saja sudah dua gol dia, apalagi pakai kaki, pinggul, tangan, dan paha atas.

Tapi euforia hanya bertahan dua menit usai Diego Godin menyamakan kedudukan memanfaatkan umpan Marcelo Brozovic.

https://twitter.com/Sporf/status/1296914840108310528?s=19

Laga di babak kedua berjalan makin seru, sempat jual beli serangan, Inter justru kena skakmat gara-gara Lukaku.

Gol bermula saat bola liar di kotak penalti Inter, langsung disambut Diego Carlos yang sepertinya sedang cosplay jadi Diego Maradona, dengan melakukan bicycle kick.

Bola tendangan mengarah ke Lukaku yang sepertinya tidak bisa liat peluang matang depan gawang. Langsung saja disikat. Sayang gol tersebut justru ke gawang sendiri dan jadi gol terakhir di laga tersebut.

Hingga laga usai, kedudukan 3-2 bertahan untuk kemenangan Sevilla. Pendukung MU dipastikan bisa tidur nyenyak karena tiga mantannya tidak jadi juara Eropa sehingga mereka bisa lolos dari olok-olok.

“Ini kemenangan yang spesial. Selalu sangat spesial untuk memenangkan trofi,” kata Julen Lopetegui, dikutip dari Goal. “Bagi kami, bagi saya, bagi fans, ini sangat spesial. Kami memiliki kisah akhir yang bahagia.”

Sementara usai laga, Antonio Conte mengaku tak yakin dirinya tetap berada di Guiseppe Meazza pada musim depan.

“Kami akan bertemu dengan klub pekan depan dan kami akan memutuskan tentang masa depan saya. Saya tidak yakin akan tetap menjadi pelatih Inter musim depan, kami akan memutuskan bersama,” katanya, dikutip dari Goal.

Main photo: @goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here