Empat tim yang semuanya terhitung sebagai abang-abangan di Inggris, berhasil memastikan tempat di semifinal FA Cup. Manchester City jadi tim terakhir yang memastikan diri lolos, usai menaklukkan Newcastle United dengan skor 2-0.

Memang di atas kertas, secara kualitas dan materi pemain, City dan Newcastle bagai singkong dan keju. Jauh sekali bedanya. Hasil laga ini juga sebenarnya cukup mudah diprediksi tanpa bantuan terawangan dari Roy Kiyoshi.

Tak hanya di atas kertas, di atas lapangan pun demikian. Pada laga itu Newcastle dibuat macam tim tarkam dengan hanya membuat empat tembakan berbanding 21 peluang milik City. Newcastle juga hanya memiliki 25 persen penguasaan bola sepanjang laga.

Gol pembuka City dicetak oleh si “Home Alone” Kevin de Bruyne pada menit ke-36 lewat titik putih. Biarpun bisa dibilang bonus, mencetak gol lewat penalti juga cukup sulit sebenarnya apalagi dilakukan sambil memejamkan mata.

Sementara gol kedua City dihasilkan lewat sepakan melengkung kotak+R2 dari Raheem Sterling pada babak kedua. Skor 2-0 akhirnya bertahan hingga akhir pertandingan. City berhak lolos ke babak semi final.

Tim asuhan Pep Guardiola itu sendiri menjadi tim yang terakhir lolos ke babak semifinal menyusul Arsenal, Manchester United, serta Chelsea.

Kocokan alias undian akhirnya menempatkan partai antar kota Manchester kontra London di babak semifinal.

Arsenal akan jumpa Manchester City (wkwkwk), sementara Manchester United akan berhadapan dengan Chelsea. Dilansir Detik dari BBC, kedua laga akan dimainkan di Wembley pada akhir pekan 18 dan 19 Juli.

Guardiola sendiri mengaku timnya selalu berhasrat untuk meraih trofi setiap musim. “Rasa lapar selalu ada di sana. Data berbicara sendiri selama beberapa musim terakhir. Kami senang setelah kekalahan dari Chelsea untuk kembali ke London ke semifinal,” kata Guardiola.

Main photo: @squawka

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here