Kroasia jadi tim ke-28 yang masuk ke Piala Dunia di Rusia. Setelah berdesak-desakan ingin pergi ke Rusia, tim berkostum kotak-kotak kayak taplak meja guru itu akhirnya bisa masuk juga. Mereka resmi melangkah usai mengalahkan Yunani dua set langsung.

Pada leg pertama, Kroasia sudah unggul 4-1 sehingga bikin leg kedua jadi lebih tenang dan santai. Buktinya, Luka Modric dan kawan-kawan cukup main imbang tanpa gol saja di kandangnya Yunani.

Tak perlu main ngotot-ngotot banget, apalagi sampai tarik urat dan ngegas segala. Yang penting mereka main aman dan nyaman.

Yunani memang tampil terus menekan, tapi berkat kesatuan tim yang mainnya tenang dan tak memberi peluang buat lawan. Puji Tuhan, hasil yang diinginkan akhirnya didapat dengan baik dan nyaman.

Ini merupakan putaran final kelima buat negara yang baru merdeka pada 1991 itu. Buat negara seumur jagung itu sudah bisa lima kali masuk Piala Dunia sudah sangat bagus.

Bahkan pada Piala Dunia 1998, pada putaran final pertamanya Kroasia yang diperkuat legend Davor Suker, Zvonimir Boban, Alen Boksic, Slaven Bilic, Dario Simic, dan Robert Prosinecki bisa sampai berada di peringkat ketiga.

Lalu berturut-turut hampir selalu masuk Piala Dunia setelahnya. Kecuali pada 2010 lalu yang gagal dapat tiket karena kehabisan.

https://twitter.com/Coral/status/929833685234388993

Tim berjuluk Vatreni itu memang difavoritkan masuk ke Piala Dunia edisi ini. Pasalnya, skuat mereka sedang dalam masa keemasan. Sebut saja Modric, Ivan Rakitic, Ivan Perisic, Marcelo Brozovic, Mateo Kovacic, Nikola Kalinic, Sime Vrsaljko, Mario Mandzukic, Dejan Lovren, dan Danijel Subasic semuanya main di klub-klub top Eropa.

Kapten Modric lalu meminta timnasnya untuk mempertahankan Zlatko Dalic yang mengambil alih kepemimpinan sebulan terakhir. Ante Cacic sebelumnya didepak karena hasil yang kurang memuaskan warga Kroasia yang rata-rata namanya berakhiran -Ic, entah kenapa bisa begitu.

Beredar kabar Kroasia bakal mendekati Carlo Ancelotti, orang Italia yang akhirannya bukan -Ic. Bisa jadi orang Kroasia kalau namanya berubah jadi Carlo Ancelottic.

“Gila saja kalau bukan Dalic pelatih kami di Piala Dunia. Dia melakukan pekerjaan fenomenal. Saya juga ingin berterima kasih pada Cacic, kami semua sudah melakukan pekerjaan bagus. Yang terpenting adalah Kroasia dan lolos ke Piala Dunia,” ucap Modric yang pandai sekali bahasa Kroasia.

Modric lalu mengakui kalau pada babak kualifikasi mereka kurang greget. Tak seperti melihat anak-anak cewek SMA zaman ‘now’ yang lebih greget.

Pada babak kualifikasi mereka tampil lembek kayak tape kelamaan dikukus. Alhasil cuma berada di urutan kedua, kalah dari Islandia. Bahkan mereka harus bersusah payah sampai laga terakhir lawan Ukraina.

“Kami kurang energi dan konsentrasi namun kami tidak kalah dan kami semua berjuang sebagai satu kesatuan. Babak kualifikasi sangat berat namun kini kami berada di posisi yang layak kami tempati,” ujar Modric dikutip dari Berita Satu.

Main photo: @HNS_CFF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here