Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah kalah dari Fiorentina, logo baru diolok-olok pula. Begitulah Juventus, yang mungkin tidak menyangka logo barunya yang mirip perusahaan Start Up, jadi bahan celaan di media sosial.

Juve memang baru saja meluncurkan logo barunya dalam acara yang bertajuk “Black and White and More.” Lucunya lagi, mereka meluncurkan logo tersebut di kota tetangga, Milan.

Memang, tak sedikit dari kita yang mengernyitkan dahi saat melihat logo ini. Bahkan ada yang masih tak percaya dengan perubahan radikal tersebut. Logo Juve yang baru didesain lebih minimalis, modern, dan kekinian. Tidak ribet kaya helm Gojek kena polisi tidur.

Mereka juga meninggalkan gaya lama khas BUMN, di mana masih ada sisi kultur dan sejarah sebuah klub sepakbola pada umumnya. Kalau di klub-klub Indonesia, beberapa masih ada padi dan kapasnya.

Logo mereka hanya sebuah huruf “J” dengan garis hitam putih membentuk sebuah perisai sebagai tanda Scudetto. Sederhana sekali kaya nama rumah makan Padang.

Inilah logo baru Juve yang kaya perusahaan start up. (Juventus.com)

Menurut Presiden Andrea Agnelli, logo ini menjadi simbol Juve pada masa yang akan datang. Mereka ingin mengubah pendekatan klub tak hanya dari sisi kultur tapi juga dari sisi bisnis.

Agnelli sadar bahwa untuk mempertahankan klub juga perlu uang. Kalau tidak, bagaimana nasib para pemain untuk memberi nafkah keluarganya. Tidak mungkin mereka cari tarkaman di Italia.

“Kami di sini untuk mengungkap Juventus pada masa depan ke hadapan Anda. Logo baru ini adalah sebuah simbol cara hidup Juventus. Kami menyambut dinamika sepakbola modern. untuk berkembang, kami harus terus berjaya di atas lapangan dan terus mengubah pendekatan kami di luar lapangan untuk mencapai level yang baru,” ujar Agnelli, sok visioner.

Logo ini akan digunakan “La Vecchia Signora” musim depan, menggantikan logo lama mereka yang sudah digunakan sejak 2005.

Di-bully Habis-Habisan

Sayangnya, keinginan sang presiden untuk diidentikkan dengan sepakbola modern belum bisa diterima oleh para netizen. Seperti biasa, perubahan ini jadi bahan olok-olokan di linimasa. Logo mereka diedit-edit dan dijadikan hiburan.

Banyak yang bilang logo ini lebih cocok menjadi logo perusahaan digital ketimbang klub sepakbola. Bahkan ada yang menyebutnya mirip dengan kondom. Tak hanya olokan dari suporter lawan, tapi suporter mereka sendiri juga banyak yang belum terima takdir.

Banyak yang kecewa atas perubahan logo tersebut. Dari beberapa polling yang dilakukan di Twitter, rata-rata hampir separuhnya merasa tak puas dengan logo baru, sebagian masih suka dengan logo lama.

Untuk sementara ini, gagasan Agnelli yang sok visioner itu belum bisa dimengerti dan diterima bagi sebagian kalangan. Agnelli perlu bersabar, ini ujian, ujian dari Tuhan, memang  mengecewakan.

Main photo credit: Juventus.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here