Liverpool makin serius untuk membina skuatnya agar bermain lebih baik secara teknik. Bahkan sampai ke hal-hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu mendapat perhatian saat pertandingan. Belakangan, mereka dikabarkan mengontrak pelatih spesialis lemparan ke dalam alias throw-in. Mungkin lama-lama mereka menyewa pelatih lempar lembing.

Belakangan ini, “The Reds” memang serius sekali untuk terus membenahi tim. Setelah mendatangkan pemain-pemain harga selangit, kini mereka mencoba fokus untuk memperbaiki hal-hal teknis dalam laga. Niat sekali memenangkan pertandingan.

Bahkan dalam urusan throw-in saja mereka sampai menyewa pelatih khusus yang mungkin demi melakukan lemparan yang bagus dan indah. Semoga bisa jadi cabang olahraga baru nantinya di Asian Games bernama “Throw-in Indah” atau “Throw-in Ritmik”.

Liverpool menyewa mantan pemain asal Denmark yaitu Thomas Gronnemark yang dilaporkan akan masuk ke dalam jajaran staf kepelatihan. Gronnemark merupakan mantan pemain dari klub asal negaranya yaitu Midtjylland yang sempat melaju jauh di gelaran Liga Europa musim 2016/2017.

“Midtjylland memperlihatkan bahwa lemparan ke dalam jauh bisa menjadi senjata, tentunya jika Anda melakukan itu dengan teknik yang benar, presisi, dan perhatian khusus kepada taktik,” ujar Gronnemark dilansir dari Detik.

Menurutnya jika lemparan terlalu tinggi membuat pemain lawan mudah mengambilnya. Apalagi jika lemparnya sangat tinggi sampai-sampai keluar stadion. Kasihan yang jadi ball boy harus keluar untuk mengambil bola. Kalau main di kampung sih enak, siapa yang menendang jauh, pasti dia yang disuruh mengambilnya.

“Sangat penting jika throw-in itu lurus, karena jika terlalu tinggi akan terlalu mudah bagi pemain bertahan mengambilnya,” sambungnya.

https://twitter.com/SiriusXMFC/status/1034787755241291776

Entah gimana itu caranya throw-in lurus. Mungkin semacam smash-nya Aprilia Manganang, pevoli putri kita yang mantap itu.

Benar-benar epic, tiba-tiba sebuah lemparan throw-in sepertinya menjadi sesuatu yang sangat penting. Padahal biasanya lempar ya tinggal lempar saja, asal masuk ke dalam lapangan. Bukan dilempar ke penonton.

Menurutnya sebuah lemparan yang memiliki presisi dan flat, ditambah aspek taktikal, akan memudahkan rekan mencetak gol. Agak ribet memang kedengarannya.

Jadi jangan kaget setelah ini, jika sedang menonton Liverpool di Premier League, tiba-tiba ada throw in sambil salto yang sering kita lihat. Bahkan mungkin juga dimodifikasi menjadi throw-in kayang, atau throw-in sikap lilin juga ada nantinya. Semoga saja agar kita makin terhibur dengan trik-trik baru di dunia sepak bola.

Hal-hal sepele lain, macam spesialis sliding tackle mungkin juga akan diperhatikan oleh Liverpool. Bagaimana cara melakukan tekel agar lawan mendapat cedera ringan hingga cedera aneh macam lawan terkena kadas dan kurap akibat mendapat sliding tackle.

Keputusan Liverpool untuk menunjuk Gronnemark sepertinya bukan sembarangan. Sebab Gronnemark merupakan pemegang rekor dunia untuk throw-in terjauh dengan catatan 51,33 meter.

Gronnemark sendiri tidak akan bekerja permanen di Liverpool. Mungkin hanya memberikan semacam kursus saja. Tidak disebutkan pula berapa lama durasi kontraknya.

Main photo: rousingthekop.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here