Liverpool bisa dibilang performanya musim ini lumayan bagus. Meski enggak bagus-bagus amat, tapi setidaknya sukses mengalahkan banyak tim kuat dan kini punya peluang buat ke Liga Champions musim depan.

The Reds” memang sukses mengalahkan tim-tim besar macam Chelsea, Manchester City, Arsenal, dan Tottenham Hotspur. Namun, Liverpool sering terpeleset saat melawan tim-tim kecil seperti Burnley, Bournemouth, Swansea, Hull City, dan terakhir Crystal Palace.

Meski belakangan mereka sempat menang lawan Stoke City, West Brom, dan Watford, rupanya image “kalah lawan tim kecil” masih saja muncul di benak publik se-alam semesta dari yang ada di bumi sampai yang ada di mars.

Hal itu diakui pelatih Juergen Klopp bahwa timnya yang berlogo burung bangau kayak logo kecap itu ternyata punya masalah dengan pencitraan, atau bahasa kerennya image. Banyak juga yang masih belum percaya kalau Liverpool ini sudah berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Berubah jadi lebih hebat dengan dibantu kekuatan bulan seperti Sailor Moon.

“Beberapa pertandingan terakhir kami melawan tim papan bawah, dan kami telah memenangkan tiga laga dan hanya kalah sekali. Tapi, kami masih memiliki image dimana kami kalah sepanjang waktu,” keluhnya seperti dikutip dari Soccerway.

Ada banyak konsultan PR & Branding jika mereka mau coba benahi pencitraan mereka. Seperti contohnya kalau di global ada firma-firma macam Ogilvy, JWT, dan Edelman. Kalau di Indonesia salah duanya Fortune PR dan LM Brand Strategist.

Kalau mau yang lebih heboh lagi bisa pakai konsultan politik khusus pencitraan salah satu calon kepala daerah. Biasanya branding-nya keren-keren. Dari sana mereka bisa mengatur strategi pencitraannya, bagaimana biar tidak dipandang kalah terus-terusan dari tim papan bawah.

“Jika kami dipandang seperti itu terus, bagaimana kami bisa memiliki 69 poin? Anda tidak bisa berjuang untuk meraih tempat di Liga Champions tanpa mengambil poin lebih banyak dari yang Anda buang musim ini,” sambungnya lagi.

Ya memang beginilah namanya mengatur persepsi publik. Kadang sudah diatur sedemikian rupa tetap saja publik persepsinya negatif terus, suudzon, cenderung nyinyir. Kalau sudah begitu, cukup ucapkan, “Harap bersabar, ini ujian, memang mengecewakan.”

Main photo credit: Goal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here