Liverpool memang sukses mengalahkan Arsenal 3-1 dalam lanjutan Liga Primer, Sabtu (4/3). Namun, kemenangan tersebut makin menunjukkan bahwa performa “The Reds” naik-turun kayak wahana roller coaster.

Tampil di kandang sendiri memang bikin Liverpool percaya diri. Baru sembilan menit mereka sudah bisa cetak satu gol lewat Roberto Firmino yang mukanya kayak abang-abang di terminal Blok M. Dia memanfaatkan umpan dari rekannya sendiri, Sadio Mane.

Liverpool kembali menggandakan keunggulan melalui Mane. Kali ini gantian, Mane yang mendapat umpan dari Firmino. Entah kenapa bisa kompak banget mereka berdua, gol dan umpan saja sampai ganti-gantian. Semoga saja celana kolor mereka tidak dipakai bergantian.

Arsenal sebenarnya mampu memperkecil ketinggalan lewat Danny Welbeck dan sukses bikin fans-nya sedikit berharap. Sayang, pada menit akhir Georginio Wijnaldum malah memperlebar jarak jadi 3-1.

Meski menang tapi Liverpool tetap punya pekerjaan rumah. Bukan menyapu, mengepel, atau memotong rumput, melainkan latihan tiap hari biar kuat sekuat macan biskuat. Maklum, tim asal Liverpool itu memang angin-anginan performanya, naik turun kayak wahana roller coaster. Kalau di Dunia Fantasi (Dufan) namanya Halilintar, antrinya dua jam, wahananya tak sampai satu menit.

Hasil gambar untuk halilintar dufan
Ini dia wahana Halilintar yang antrinya panjang tapi naiknya cuma semenit. (Source: anascy.wordpress.com

Mereka jarang tampil konsisten. Survei membuktikan, sejak tahun 2017 jumlah kemenangan, seri, dan kekalahan cukup adil dipukul rata. Semuanya sama-sama tiga: tiga kali menang, tiga kali seri, tiga kali kalah dari sembilan pertandingan di Liga Primer.

Ironisnya lagi, Liverpool memang sukses mengalahkan beberapa tim besar alias pesaingnya musim ini. Sebut saja Tottenham, Chelsea, dan Manchester City pernah dilibasnya. Tapi entah kenapa tiap lawan klub semenjana, mereka malah melempem kayak kerupuk kelamaan di kaleng-kaleng warteg.

Kondisi menyedihkan itu juga diakui oleh pelatih mereka yang bernama Juergen Klopp, yang katanya berasal dari Jerman itu.

“Kami punya banyak kesempatan dan memanfaatkannya hari ini. Tapi inilah roller coaster di Liga Primer. Tak selamanya tim mengalami kenaikan. Apa yang bisa dipelajari? Tampil konsisten atau mengalahkan tim-tim terbaik di dunia? Kami paham apa yang harus dilakukan,” ucapnya dikutip dari Juara.

Yah, kita doakan saja sama-sama agar Liverpool bisa menemukan performa konsistennya. Mau sampai kapan terus-terusan memberikan PHP kepada fans-nya yang sudah ngiler ingin lihat klub kesayangannya juara Liga Primer itu.

Main photo credit: The Anfield Wrap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here