Liverpool makin banget-banget di Liga Primer musim ini. Mungkin karena skuatnya sudah padu banget, jadi enak mainnya. Terakhir mereka membantai Bournemouth 3-0.

The Reds” memang sudah pakai settingan ‘auto’ kalau main di Liga Primer. Pemain-pemainnya sudah hafal satu sama lain karena tak jauh berbeda dengan kesuksesan mereka meraih Liga Champions musim lalu.

Seolah settingan default selalu dipakai Juergen Klopp, lalu pemainnya sudah gerak sendiri dan menang. Lihat saja, sekarang jaraknya 11 angka!

Liverpool jagonya musim ini kebangetan. Makanya kebangetan banget kalau sampai tak juara.

Mereka sudah mulai terhindar dari yang namanya bully-bully-an. Jadi jangan sampai bahan bully lagi kalau tak juara musim ini.

Menghadapi Bournemouth, tak perlu diceritakan lagi ketiga golnya lah. Bisa lihat sendiri di Youtube kesayangan Anda. Pokoknya ketiga gol dicetak insan-insan manusia bernama Oxlade-Chamberlain, Naby Keita, dan Mohamed Salah.

Namun yang terpenting dari pertandingan ini adalah Liverpool mampu catat cleansheet setelah sebelumnya jarang meraih itu. Memang kalau tim jago lama-lama targetnya makin aneh.

Kalau tim lemah targetnya cuma seri, lalu target berikutnya menang. Kalau tim jago targetnya menang cleansheet. Mungkin makin naik lagi levelnya, targetnya menjadi menang selisih delapan gol cleansheet plus cetak gol salto, tiga mengenai tiang, ditambah mengkartumerahkan kiper lawan. Target yang makin sulit.

“Jelas semua orang di dalam ruang ganti sudah menantikannya, sekarang kami harus bisa melakukannya lebih sering. Sungguh kami senang bisa merasakannya lagi,” kata Klopp dikutip Tempo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here