Sudah tidak paham lagi sama Liverpool. Kok bisa ya ada tim kalah 6 kali berturut-turut di kandang sendiri. Padahal itu kandang tadinya angker banget, bak kandang singa. Namun sekarang benar-benar jadi kandang ayam.

The Reds” kembali menelan kekalahan di markasnya sendiri, Anfield. Kali ini kalahnya dari Fulham dengan skor sederhana, 0-1. Tidak ada yang perlu dibesar-besarkan, karena Liverpool sudah biasa dengan kekalahan selama 2021.

Kalau baru sekali kalah, macam Manchester City, baru lah diulas di mana-mana. Kenapa bisa kalah, kenapa begini kenapa begitu. Liverpool? Ya kan memang sudah kalahan.

Mau diulas dari angle manapun juga bakal begitu-begitu saja. Besok juga paling kalah lagi. Sudah ketebak jalan ceritanya.

Sudah benar-benar bingung apa yang salah dengan Liverpool. Padahal statusnya mereka ini juara liga dan baru 1,5 tahun lalu juara Liga Champions.

Di awal musim juga cukup menjanjikan, walau sempat dibantai Aston Villa 2-7. Namun mereka cukup stabil dan sempat ada di posisi pertama.

Memasuki akhir tahun, beralih ke tahun ini, semua berubah. Liverpool sudah bukan lagi bango ekslusif, tapi sudah jadi kecap bango. Gosong segosong-gosongnya.

Bukan cuma jadi bulan-bulanan klub besar, tapi juga dari klub kecil. Lawan Burnley dan Fulham saja bisa kalah. Selama 2021, mereka cuma menang 3x dari 12 pertandingan Liga Primer. Kalahnya? Setara dengan jumlah Scudetto beruntunnya Juventus.

https://twitter.com/sirajachakzai2/status/1368769891570913286

Menghadapi Fulham yang entah di urutan ke berapa di Liga Primer, Liverpool kembali tampil buntu. Besok-besok, Liverpool harus pakai Gmaps biar enggak ketemu jalan buntu. Kalau buntu, tinggal tanya mbak-mbak Gmaps, “100 meter belok kanan. Anda ketemu jurang.”

Mario Lemina jadi satu-satunya pemain yang mencetak gol di pertandingan ini. Berhubung cuma satu gol, maka jelas lah cuma satu orang saja yang ada namanya di papan skor.

Lemina sukses melepaskan tendangan tajam usai menyerobot bola dari Mohamed Salah. Tendangannya cukup mengagetkan, meskipun tak sampai bikin latah “ayam”.

Skor 1-0 untuk keunggulan Fulham, sudah cukup buat hatershaters-nya Liverpool untuk menjadikannya bahan bully-an.

“Apakah ini titik terendah kami? Saya ingin mengatakan tidak, tapi ya itu yang terjadi. Itu bukan masalah. Saya tidak selalu harus memiliki waktu terbaik,” kata Juergen Klopp.

SHARE
Previous articleBarca Menang Lagi, Apakah Mereka Sudah Kembali?
Next articleMilan No Penalty Tetap Bisa Party, Bikin Puas Pioli
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here