Liverpool meraih kemenangan telak kala bertandang ke markas Genk di Luminus Arena. Meski demikian sebuah insiden terjadi setelah oknum suporter Liverpool memasang sebuah spanduk penuh kontroversi dengan gambar Divock Origi.

Pada laga tersebut Liverpool yang tanpa rasa takut justru menghampiri markas Genk, meraih kemenangan dengan skor 4-1. Untung geng yang dihampiri memang bukan geng motor kredit atau geng begal santun, jadi perlawanan yang diberikan tidak terlalu menyulitkan pasukan Jurgen Klopp.

Nama Alex Oxlade-Chamberlain berhasil bersinar di laga tersebut setelah menyumbang dua gol kemenangan Liverpool dari luar kotak penalti. Sementara dua gol lain dicetak Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Tapi laga itu sendiri sedikit ternoda akibat pemasangan sebuah spanduk yang isinya jelas sangatlah mengundang kontroversi.

Bukan spanduk terima sedot WC yang dipasang atau spanduk caleg Nuroji yang beberapa waktu lalu sempat menghiasi segala sudut kota Depok dan Bekasi.

Pada spanduk tersebut terdapat seorang pemain Liverpool, Origi. Mungkin hal itu masih biasa saja. Tapi yang bikin tidak biasa sebab Origi wajahnya diedit dan digabungkan ke badan seorang pria telanjang.

Bukan hanya itu, tapi ukuran “Si Joni”, “ Si Udin”, “Si Jack”, atau siapapun dinamakan, amat sangatlah besar. Ukuran yang benar-benar jumbo. Bersama dengan gambar editan Origi, juga terdapat sebuah gambar piala Champions.

Diketahui bahwa foto badan tersebut merupakan potongan sebuah gambar viral di dunia maya yang bernama “Whatsapp Black Man”.

Spanduk tersebut terpasang di salah satu tribun di stadion tesrebut. Petugas keamanan stadion langsung menurunkan dan menyita spanduk tersebut 35 menit sebelum kick off.

Untung saja belum ketahuan Kemenkominfo. Kalau ketahuan, pasti sudah kena blokir dengan judul “Internet Sehat”.

Kabarnya, spanduk tersebut sengaja dipasang suporter The Reds untuk membuat timnya bermain lebih santai di markas lawan. Karena hal tersebut, manajemen Liverpool dilaporkan mengecam suporter mereka sendiri.

Mungkin kalau yang dipasang foto bugilnya Mia Khalifa, jauh lebih segar di ingatan. Ini buat apa pasang foto editan bugil Divock Origi? Benar-benar enggak jelas suporter Liverpool ini.

“Klub mengutuk spanduk yang ditampilkan sebelum kick-off,” ujar juru bicara Liverpool seperti dilansir Liputan6 dari The Sun.

“Kami berusaha menurunkannya segera setelah kami sadar. Spanduk itu sangat ofensif dan tidak pantas,” tambahnya.

Bukan hanya terkait gambar yang sangat vulgar, Liverpool juga disebut menganggap spanduk tersebut bernada rasialis.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian tersendiri. Premier League dan beberapa kompetisi sepak bola Eropa sedang gencar memerangi rasialisme.

Premier League bahkan telah memulai kampanye anti-rasialisme mereka sejak 19 Oktober hingga 27 Oktober 2019. Setiap pertandingan yang diselenggarakan pada kurun waktu tersebut akan mendapat label “No Room for Racism“.

Main photo: liverpooloffside.sbnation.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here