Mohamed Salah adalah salah satu pembelian sukses Liverpool sepanjang masa. Tidak salah membeli Salah. Didapatkan dari AS Roma, Salah menjadi satu diantara pemain paling berbahaya di baris depan. Kini, Liverpool mau coba-coba jadi Dimas Kandjeng, bedanya bukan uang yang digandakan melainkan Salah.

Performanya yang meledak dan melenting macam sedang bikin pop corn, membantu Liverpool untuk mencapai final Liga Champions. Sayang memang di atas langit ternyata masih ada langit bukan sekadar langit-langit yang biasanya dilalui cicak rumah.

Tak berhenti di situ, Salah juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Premier League pada musim lalu. Dirinya pun digadang-gadang akan menerima gelar Balon d’Or andai bisa mempertahankan performa. Suatu gelar prestisius yang hadiahnya tidak sekedar balon-balonan berbentuk Upin-Ipin.

Total 44 gol dicetak Salah selama semusim di semua ajang, dirinya pun kini mulai disejajarkan dengan Cristiano Ronaldo ataupun Lionel Messi.

Keberhasilan mencetak pemain bagus ini tidak terlepas dari kejelian Liverpool dalam mengembangkan sang pemain. Diboyong dengan harga yang dapat dikatakan murah yaitu ‘hanya’ 37,8 juta pounds, Salah menjadi bomber paling mematikan milik Liverpool.

https://twitter.com/empireofthekop/status/1010096312249876480

Kesuksesan itulah yang membuat kubu “The Reds” ingin mencetak ‘Salah’ lainnya. Asal jangan salah cetak saja. Maunya berwarna, tahunya dicetak hanya hitam putih. Bisa-bisa Deddy Corbuzier nanti yang datang.

Untuk musim depan Liverpool bertekad untuk terus mengembangkan skuatnya. Mereka kini tidak ragu lagi untuk menggelontorkan dana demi mendatangkan pemain berkualitas seperti Salah.

“Fokus utama kami untuk tiap poundsterling, euro, dolar yang kami hasilkan adalah untuk diberikan ke Juergen Klopp, staf pencari bakat, dan direktur olahraga, dan bilang ke mereka untuk membeli para pemain terbaik, menemukan Mohamed Salah berikutnya,” ujar CEO Liverpool Peter Moore dikutip dari Detik.

Memang di zaman sepak bola modern ini, kekayaan klub bisa sebanding dengan prestasi. Bukan posisi lagi yang menentukan prestasi seperti pada masa sekolah dulu. Tak heran, Liverpool juga akan bersaing untuk mendapatkan pemain-pemain terbaik dengan gelontoran dana yang dimiliki.

“Ini tak murah. Ini adalah permainan berisiko tinggi. Ini butuh pendapatan mengalir masuk setiap saat. Kita di dunia yang mana jika Anda bukan tim 500 juta poundsterling, Anda tak akan memenangi apapun,” imbuhnya.

https://twitter.com/LFCData/status/1011649076209872896

Main photo: standard.co.uk

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here