Liverpool masih harus menunda kepastian gelar Liga Primer entah sampai kapan. Mungkin sampai matahari terbit dari barat. Menghadapi rival sekota tapi cinta, Everton, tim asuhan Juergen Klopp ditahan imbang tanpa gol.

Hasil tersebut membuat perolehan poin “The Reds” jadi mandek. Mereka memang masih berjarak 23 poin, di mana Manchester City masih punya tabungan 1 pertandingan. Kalau City memainkan laga tabungan tersebut dan menang maka jaraknya jadi 20 poin.

Padahal kalau menang, Liverpool bisa saja jadi juara dan langsung menggembar-gemborkan kampanye “Iri Bilang Bos” kepada fans-fans rivalnya. Namun, hal tersebut rupanya belum diijabah oleh Tuhan.

Jika Liverpool menang tadi malam, dan kemudian City kalah dari Burnley nanti malam maka otomatis Liverpool jadi kampiun karena jarak 26 poin mustahil dikejar dalam delapan laga sisa. Sayangnya, gelar itu masih ditunda hingga 25 Juni nanti saat Liverpool menghadapi Crystal Palace.

Berhubung tidak ada gol tercipta, mana tak ada penonton pula, maka dipastikan laga ini hampir tidak ada serunya. Lucunya, meski tanpa penonton tapi suara riuh gemuruh penonton tetap ada. Ya, mereka menggunakan rekaman gemuruh penonton biar tak hilang suasananya, biar tidak seperti latihan.

Itu saja sebenarnya Liverpool hampir kalah jika serangan double dari Everton tidak diblok Alisson Becker dan tiang gawang. Tendangan Tom Davies memanfaatkan bola muntah nyaris membuat jantung fans Liverpool copot karena hanya mengenai tiang. Selamatlah mereka dari kekalahan.

Mungkin Liverpool memang ingin memenangkan gelar secara perlahan. Biar ada serunya barang sedikit. Daripada langsung juara di bulan Maret lalu, sudah tidak seru.

Macam pembunuh di film-film saja, kadang tinggal tusuk susah banget. Tapi ada saja dramanya, korban diajak obrol dulu, diikat dengan tali, disayat-sayat, bahkan beberapa di antaranya dibiarkan mati perlahan. Ujung-ujungnya itu korban berhasil bebas.

Dari lima laga terakhirnya di segala kompetisi, Liverpool memang baru menang sekali. Yakni saat melawan Bournemouth.

Klopp pun mengakui jika anak asuhannya tidak tampil baik. Bahkan menyebut timnya kurang cerdas. Entah IQ-nya berapa jika disuruh tes.

“Tiba-tiba saja. Kami beruntung pada saat itu, namun terlepas dari itu, kami memegang kendali. Kami tidak memiliki banyak peluang; sebagian besar periode kami dominan, tapi mereka punya peluang yang terbaik – begitulah adanya,” kata Klopp dikutip Goal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here