Liverpool mulai mencetak blueprint kedahsyatannya musim ini setelah ditampar bolak-balik oleh Aston Villa. Mereka langsung sadar ketika skor 2-7 terpampang di papan skor.

Berawal dari situ perlahan “The Reds” bangkit dan tak mau kembali jadi bahan bully. Meski sempat tertahan lawan Everton, selanjutnya Liverpool mencetak 5 kemenangan berturut-turut alias WWWWW.

Kemenangan terakhir begitu dahsyat. Atalanta yang biasanya tukang ngebantai, malah balik dibantai. Liverpool dengan percaya diri membantai Atalanta sampai mampus dengan skor 5-0, di markas Atalanta pula.

Mungkin itulah azab si tukang bantai. Namanya orang suka jahat pasti berlaku karma. Bayern Munchen saja sebelumnya pernah dibantai 1-4 oleh Hoffenheim. Kini gantian Atalanta, sempat dibantai Napoli dan kini dibantai Liverpool.

Kalau sudah begini rada bingung juga mana Nerazzurri yang ori atau yang KW. Baik Inter dan Atalanta sama-sama keok.

Pada laga ini, Liverpool sebenarnya menurunkan bek tengah junior Rhys Williams. Namun Atalanta justru gagal memanfaatkan celah itu. Justru mereka yang punya banyak celah akhirnya bisa dibobol bolak-balik oleh Diogo Jota.

Jota yang lagi gacor membuktikan tak salah dibeli Liverpool. Jota mencetak gol pertama lewat sebuah gol unik. Meski sudah dijagain oleh Berat Djimsiti yang badannya berat, Jota tidak oleng macam bus Pantura lagi nge-blong.

Dia lalu mengakhirinya dengan sebuah tendangan cungkil. Mengecoh kiper Marco Sportiello sekaligus mencungkil perasaannya.

https://twitter.com/Squawka/status/1323752564836491267

Jota lalu membobol gawang Atalanta lagi untuk kedua kalinya. Memanfaatkan umpan jauh Joe Gomez, Jota yang tak hobi main Dota cukup mengontrolnya sekali, sebelum menyelesaikannya dengan enak.

Mohamed Salah lalu menambah keunggulan Liverpool saat babak kedua baru berjalan sebentaran. Dengan gaya khasnya, Salah mencetak gol lewat sebuah tekukan patah pinggang dan diakhiri tendangan placing R2 Kotak.

Skor tersebut cuma bertahan sebentaran saja. Soalnya si Saman alias Sadio Mane bikin gol dengan cepat yang lolos dari jebakan betmen.

Jota lalu menutup laga ini dengan kemenangan lima gol tanpa balasan satu pun dari Atalanta setelah berhadapan satu lawan satu dengan Sportiello, lalu dilewati, dan ditembak ke gawang dengan selow.

Pertandingan sebenarnya masih berjalan pada menit ke-55 saat skor 5-0. Artinya masih ada waktu sekitar setengah jam lagi bagi Liverpool untuk mencetak gol lebih banyak lagi. Kalau perlu bikin 21 gol sekalian biar kayak skor badminton. Namun Liverpool sepertinya tidak tega.

Yang menarik, Liverpool kini sukses meraih kemenangan 100% tanpa kebobolan sedikit pun. Padahal bek Virgil van Dijk sedang tak bermain.

“Kami harus bermain bagus, kami harus memenuhi potensi kami. Itulah yang dilakukan para pemain malam ini. Kami bertahan melawan Atalanta pada level yang sangat tinggi, dan memainkan sepakbola terbaik kami sendiri dan mencetak gol,” ujar Klopp dikutip Okezone.

Sedangkan Gian Piero Gasperini mengakui timnya masih kalah kelas dari Liverpool. Secara permainan, pengalaman, dan kualitas pemainnya.

“Kami kesulitan dengan permainan cepat. Mari kita lihat pertandingan berikutnya, kami punya waktu untuk melatih diri kami sendiri. Kami terlalu banyak kebobolan akhir-akhir ini dan kurang mencetak gol, kami tidak cukup berlari dan tidak cukup baik,” katanya dikutip Okezone lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here