Manchester United atau yang akrab disingkat MU telah resmi mendaratkan bek asal Swedia, Victor Lindelof. Bek bertampang biasa-biasa saja itu dibeli seharga 35 juta euro dari Benfica, bahkan bisa sampai 45 juta euro jika mencapai target.

Angka itu terbilang cukup fantastis bagi seorang bek, apalagi masih berusia 22 tahun. Jika di Indonesia gaji fresh graduate sekitar Rp 3-4 jutaan per bulan, Lindelof sudah seharga Rp 513 miliar dengan gaji yang sudah dipastikan lebih dari bulan.

Entah berapa mangkuk bakso cuangki bisa dibelikan dari uang sebesar Rp 513 miliar. Yang jelas, Lindelof melengkapi deretan bek-bek mahal yang saat ini menghuni pertahanan “Setan Merah”.

Musim lalu, MU telah membeli Eric Bailly seharga 38 juta euro. Itu belum ditambah Luke Shaw (37,5 juta), Marcos Rojo (20 juta), Phil Jones (19 juta), Antonio Valencia (18,9 juta), Matteo Darmian (18 juta), Daley Blind (17,5 juta), dan yang termurah Chris Smalling (8 juta).

Jika ditotal-total, semua beknya bernilai 211,9 juta euro atau setara dengan Rp 3,1 triliun. Hanya beda beberapa rupiah untuk menyamai APBD Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Jelas bahwa lini belakang MU kini jadi super mewah meski tak semurah Bakmi Mewah.

Tapi jika dilihat-lihat, harga tersebut sebanding dengan pertahanan MU yang hanya 29 gol, jadi tim kedua yang paling sedikit kebobolan setelah Tottenham Hotspur (26 gol). Hanya sayangnya, MU ini susah banget buat bikin gol.

Mereka cuma bisa cetak 54 gol dan kebanyakan main imbang. Mungkin itu sudah jadi hobi baru mereka. Kalau menang terus sepertinya kurang gereget.

Lindelof kini bakal mendapat saingan ketat dari senior-senior terdahulunya. Kemungkinan dia akan ditandem dengan Bailly. Namun, mencadangkan Smalling dan Jones juga sayang-sayang. Tapi, Jose Mourinho sepertinya sudah punya back up plan-nya.

“Lindelof pemain yang sangat bertalenta dan memiliki masa depan cerah di MU. Musim ini kami membutuhkan opsi dan kualitas untuk menambah ketebalan skuat dan dia jadi pemain pertama yang bergabung dengan kami musim panas ini,” kata Mou.

MU memang harus mengeluarkan banyak duit buat menggeret Lindelof ke Old Trafford. Padahal, nama Lindelof sebelumnya enggak terkenal-terkenal amat macam grup musik Stinky. Mungkin karena masih baru dan belum banyak yang tahu.

Padahal, pemain yang kalau minum airnya lewat tenggorokan itu jadi batu karang yang berfaedah di Benfica. Lindelof tampil sebanyak 47 pertandingan dan hanya dua pertandingan yang tidak tampil penuh 90 menit.

Trofi yang sudah dia raih juga bukan hitungan jari kaki ayam, tapi sudah jari manusia karena dia sudah mengumpulkan delapan trofi meski usianya baru 22 tahun. Tiga di antaranya membantu Benfica menjuarai Liga Portugal. Mainnya juga lugas seperti Pak Ogah kalau lagi tugas di putaran balik.

“Saya senang bisa bergabung dengan MU. Saya telah menikmati waktu di Benfica dan saya sudah belajar banyak di sana. Tapi saya menantikan bermain di Liga Inggris di Old Trafford dan main di bawah Mourinho. Saya ingin segera memulai dan memberikan kontribusi saya untuk memenangkan lebih banyak piala,” ujar Lindelof.

Main photo: Twitter (@Bolanet)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here